
Marry Jane Jessica Tombeng (MJ), mahasiswa Psikologi BINUSIAN 2027 yang juga menjabat sebagai BINUS STAR Ambassador, menjalani pengalaman belajar di luar negeri melalui Enrichment Program. Ia memilih jalur Study Abroad dan berkesempatan kuliah di Victoria University of Wellington, New Zealand.
MJ mengenal program ini sejak mengikuti First Year Program di BINUS. Persiapan serius dimulai pada semester 4, mulai dari pengurusan dokumen untuk BINUS dan Victoria University of Wellington, hingga keperluan administrasi bagi New Zealand Immigration Office. Ia tercatat sebagai satu-satunya mahasiswa dari cohort BINUSIAN 2027 yang memilih New Zealand sebagai tujuan studinya, sehingga harus beradaptasi secara mandiri dengan lingkungan dan budaya baru.
Belajar Forensik dan Budaya Māori
Selama di Wellington, MJ mengambil mata kuliah Forensic Psychology yang selama ini menjadi minatnya, untuk memperdalam pemahaman tentang perilaku manusia dalam konteks hukum. Ia juga mengikuti mata kuliah Te Iwi Māori me āna Tikanga: Māori Social Culture and Beliefs, yang memberinya wawasan baru tentang nilai dan kehidupan masyarakat Māori.
Bagi MJ, pengalaman ini bukan sekadar kesempatan akademik, melainkan juga proses mengenal diri sendiri dan membangun kemandirian. Ia menilai pengalaman tinggal dan belajar di negara asing membantunya menjadi pribadi yang lebih adaptif dan percaya diri menghadapi situasi baru.
Melalui Enrichment Program, BINUS membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi di luar kelas konvensional, sejalan dengan arah BINUS @Bekasi sebagai kampus yang berfokus pada bisnis, layanan, dan teknologi.
Catatan Redaksi. Psikologi forensik adalah cabang psikologi yang mempelajari perilaku manusia dalam kerangka hukum, misalnya menilai kesaksian saksi atau kondisi mental tersangka, sehingga sering jadi dasar keterangan ahli di pengadilan. Māori sendiri adalah penduduk asli Polinesia di Selandia Baru, dan tikanga merujuk pada adat serta nilai yang mengatur kehidupan sosial mereka, materi yang lazim diajarkan di universitas Selandia Baru sebagai bagian pengakuan atas budaya pribumi setempat.
Sumber: BINUS @Bekasi.





