
Harga emas dunia (XAUUSD) masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan Rabu (9/9/2026) setelah melemah selama tiga sesi berturut-turut. Pagi ini, emas bergerak di kisaran US$4.350 per troy ounce di tengah sentimen pasar yang cenderung membebani logam mulia tersebut.
Sinyal Teknikal Head & Shoulder
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut grafik harian XAUUSD telah membentuk pola Head & Shoulder yang mengindikasikan potensi pembalikan tren setelah penguatan sebelumnya. Selama tekanan jual masih mendominasi, harga emas berpeluang bergerak menuju area support di level 4.281, dengan potensi pelemahan lanjutan ke 4.221 apabila level tersebut tertembus.
Baca juga:
- Harga Emas Gagal Tembus US$4.440, Berpotensi Turun ke 4.365
- Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun ke Support 4.204–4.237
Respons pasar saat harga menyentuh area support tersebut akan menjadi penentu arah berikutnya. Jika support mampu bertahan, peluang rebound masih terbuka. Sebaliknya, jika zona itu tertembus, tekanan bearish berpotensi semakin kuat.
Faktor Fundamental yang Membebani
Dari sisi fundamental, kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah turut memicu kekhawatiran inflasi yang dapat membatasi ruang Bank Sentral AS (The Fed) untuk memangkas suku bunga. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi cenderung menopang dolar AS dan yield Treasury, sehingga meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik yang sama juga berpotensi mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven, sehingga pengaruhnya terhadap pasar emas dinilai lebih kompleks. Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi (CPI) Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi katalis penting bagi arah kebijakan The Fed selanjutnya, sekaligus menentukan apakah tekanan terhadap harga emas akan berlanjut atau mereda.
Sumber: Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia).





