Bitcoin Tembus US$85.000 Pekan Ini? Ini Kata CEO FLOQ

Bitcoin Tembus US.000 Pekan Ini? Ini Kata CEO FLOQ

Bitcoin (BTC) masih bergerak di kisaran US$79.500 setelah upaya reli menuju US$82.000 gagal berlanjut. Berdasarkan data platform FLOQ, BTC diperdagangkan di sekitar US$79.522 dengan rentang 24 jam antara US$79.081 hingga US$80.494, sementara dalam sepekan terakhir sempat menyentuh US$82.108 sebelum terkoreksi.

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menyebut kondisi saat ini sebagai fase konsolidasi yang menunggu katalis baru. Menurutnya, area US$82.000 menjadi resistance kunci yang perlu ditembus dengan volume dan permintaan kuat agar peluang menuju US$85.000 kembali terbuka. Ia menambahkan bahwa faktor teknikal saja tidak cukup, pasar juga butuh dukungan likuiditas dan sentimen makro yang positif.

Bacaan Lainnya

Arus Dana ETF Masih Positif

Di tengah harga yang belum bergerak signifikan, minat institusional terhadap Bitcoin tetap terlihat. ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencatat net inflow sekitar US$175 juta pada 4 September, melanjutkan tren positif tiga hari beruntun, dengan BlackRock IBIT dan Fidelity sebagai penyumbang inflow terbesar. Yudho menilai keberlanjutan arus dana ini bisa menjadi penopang bagi struktur kenaikan Bitcoin ke depan.

Tiga Agenda Ekonomi AS yang Perlu Diperhatikan

Pekan ini pasar akan mencermati sejumlah agenda penting: lelang Treasury Note tenor 10 tahun pada 9 September, disusul rilis data inflasi Producer Price Index (PPI) pada 10 September dan Consumer Price Index (CPI) pada 11 September. Data ini menjadi krusial setelah laporan tenaga kerja AS menunjukkan penambahan 162.000 pekerjaan pada Agustus dengan tingkat pengangguran 4,1%, yang membuat pasar kembali memperhitungkan arah kebijakan The Fed.

Puncak perhatian pasar akan tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September, saat The Fed mengumumkan keputusan suku bunga sekaligus proyeksi ekonomi terbaru. Yudho menekankan bahwa nada kebijakan The Fed soal inflasi dan arah suku bunga ke depan berpotensi lebih menentukan sentimen pasar dibanding keputusan suku bunga itu sendiri.

Ia menutup dengan menyebut level US$82.000 sebagai resistance jangka pendek yang menentukan, sementara target US$85.000 masih realistis meski jalannya diperkirakan tidak akan linear dan sangat bergantung pada respons pasar terhadap rangkaian data makro pekan ini.

Sumber: FLOQ.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan