IndoEBTKE ConEx 2026 Dibuka: RI Kejar Bauran EBT 30% di 2034

IndoEBTKE ConEx 2026 Dibuka: RI Kejar Bauran EBT 30% di 2034
Ilustrasi (AI)

Forum energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) terbesar di Indonesia, The 12th IndoEBTKE ConEx 2026, resmi dibuka di Convention Grand Ballroom, JIEXPO Kemayoran, Selasa (9/9/2026). Acara tiga hari ini untuk pertama kalinya menyatukan sembilan organisasi sekaligus, dipimpin Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) sebagai tuan rumah utama bersama Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) dan tujuh asosiasi mitra lain, dengan Boston Consulting Group sebagai knowledge partner.

Pembukaan dihadiri Wakil Menteri ESDM Yuliot, Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi, perwakilan kementerian dan lembaga, duta besar negara sahabat, serta lebih dari 1.000 peserta dari kalangan pengembang proyek, investor, dan pelaku industri energi terbarukan dari dalam dan luar negeri. Yuliot menekankan bahwa transisi energi bukan sekadar memenuhi komitmen global, melainkan strategi memperkuat kemandirian energi nasional di tengah dinamika geopolitik.

Bacaan Lainnya

Fase Eksekusi Proyek Strategis

Eniya Listiani Dewi menyebut Indonesia telah memasuki fase eksekusi transisi energi, dengan fokus bergeser dari perencanaan ke realisasi proyek di lapangan. Ia mengungkapkan implementasi pengembangan EBTKE telah mencapai 17,3 persen pada semester ini, sementara pemerintah terus mendorong percepatan pencapaian target bauran energi baru terbarukan sebesar 30 persen pada 2034.

Ketua Umum METI, Norman Ginting, menyampaikan bahwa penyatuan sembilan organisasi ini mencerminkan pendekatan menyeluruh terhadap transisi energi yang merangkul surya, angin, panas bumi, bangunan hijau, efisiensi energi, hingga manufaktur peralatan kelistrikan dalam negeri sebagai satu ekosistem. Hari pertama juga diisi pembukaan area pameran dengan lebih dari 20 perusahaan peserta, sesi plenary dan breakout pertama, pembukaan Networking Hub untuk mempertemukan pengembang proyek dengan investor, serta seremoni penandatanganan dukungan program EBTKE oleh 12 pihak.

Penyelenggaraan tahun ini didukung sejumlah perusahaan dan institusi energi seperti Pertamina, PLN, BPDP, GIZ, GGGI, Supreme Energy, Sembcorp, Star Energy Geothermal, dan WIKA, dengan total 22 booth pameran. IndoEBTKE ConEx ke-12 turut berlangsung bersamaan dengan Electric & Power Indonesia ke-24 dalam rangkaian Indonesia Energy & Engineering Series 2026.

Catatan Redaksi. Bauran energi mengacu pada komposisi sumber energi yang dipakai suatu negara, dan target 30 persen EBT pada 2034 ini menggantikan target sebelumnya yaitu 23 persen pada 2025 yang tidak tercapai, sehingga tenggatnya kini diperpanjang. Pergeseran dari fase perencanaan ke eksekusi proyek yang disebut Dirjen EBTKE biasanya berarti proyek pembangkit seperti panas bumi, surya, dan angin mulai masuk tahap konstruksi dan pendanaan, bukan sekadar studi kelayakan.

Sumber: Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) dan Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan