
Kemudahan membuka rekening investasi dan mengakses platform trading lewat ponsel ternyata belum diimbangi pemahaman masyarakat terhadap risiko yang menyertainya. Kesenjangan ini menjadi sorotan Dr. Dhiraj Kelly, pendiri Riskwise Community, yang menilai edukasi soal biaya, potensi kerugian, dan profil risiko kini jadi kebutuhan mendesak.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93,61 persen, sedangkan indeks literasi keuangan baru berada di angka 69,57 persen. Selisih sekitar 24 poin ini menunjukkan bahwa akses terhadap produk keuangan tumbuh jauh lebih cepat dibanding pemahaman masyarakat tentang cara kerja, struktur biaya, dan tingkat risikonya.
Baca juga:
- Prudential Syariah Raih Indonesia Best CMO Awards 2026
- Hadir di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan Melalui Syariah Financial Fair (SYAFIF) 2026
“Masalah yang dihadapi masyarakat saat ini bukan lagi sekadar sulit memperoleh akses. Produk keuangan sudah tersedia melalui telepon genggam, tetapi akses yang mudah perlu diikuti kemampuan menilai risiko dan mengambil keputusan secara rasional,” ujar Dhiraj.
Pertanyaan yang Perlu Dijawab Sebelum Berinvestasi
Dhiraj mendorong masyarakat mengajukan sejumlah pertanyaan dasar sebelum menempatkan dana, misalnya apakah produk yang dipilih benar-benar dipahami, berapa risiko terburuk yang mungkin terjadi, seberapa besar kerugian yang masih bisa ditanggung, hingga apakah keputusan diambil berdasarkan analisis atau justru dorongan emosi. Menurutnya, kebiasaan bertanya semacam ini membantu menghindari keputusan investasi yang impulsif, apalagi setiap orang punya tujuan, modal, dan toleransi risiko yang berbeda.
Edukasi Risiko Lewat Kanal YouTube
Untuk memperluas edukasi ini, kanal YouTube Dr. Dhiraj Kelly menghadirkan konten seputar manajemen risiko, psikologi keuangan, dan pengelolaan portofolio, termasuk pembahasan kerugian, leverage, dan tekanan psikologis saat pasar bergejolak. Kanal ini turut mengangkat pengalaman kegagalan nyata dalam bisnis dan investasi sebagai bahan pembelajaran, dengan target publikasi 8 hingga 10 video panjang setiap bulan bagi investor pemula, trader, hingga pengusaha.
Seluruh konten yang dipublikasikan bersifat edukatif dan bukan rekomendasi personal untuk membeli atau menjual instrumen tertentu, sejalan dengan prinsip Riskwise Community: mengelola risiko dan melindungi modal sebagai fondasi sebelum mengejar keuntungan.
Sumber: Dhiraj Kelly Academy.





