
PT Railink, operator layanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Binjai, melaporkan tren kenaikan jumlah penumpang selama tiga tahun berturut-turut. Perusahaan menilai hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat Sumatera Utara terhadap transportasi publik berbasis kereta api.
Berdasarkan data internal perusahaan, jumlah penumpang pada 2024 tercatat sebanyak 1.298.745 orang, kemudian naik menjadi 1.533.390 penumpang pada 2025, dan kembali bertambah menjadi 1.576.958 penumpang pada 2026. Secara total, jumlah penumpang tumbuh sekitar 21,4 persen atau bertambah 278.213 orang dibandingkan posisi 2024.
Baca juga:
- Penumpang Stasiun Araskabu Naik, Tarif KA Mulai Rp5.000
- KAI Bandara Layani 101.321 Penumpang Selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026
Peran Skema PSO
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyebut kenaikan ini sebagai bukti semakin kuatnya peran KA Srilelawangsa dalam mendukung mobilitas warga, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun bepergian antarkawasan. Ia menambahkan bahwa skema Public Service Obligation (PSO) turut berkontribusi menghadirkan tarif yang terjangkau sehingga layanan ini dapat diakses oleh masyarakat secara lebih luas.
Perusahaan menyatakan akan terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat layanan perkeretaapian yang aman, nyaman, dan terjangkau, sekaligus memperluas konektivitas transportasi publik di wilayah Sumatera Utara. Informasi jadwal, tarif, dan pemesanan tiket dapat diakses melalui situs resmi maupun kanal media sosial resmi perusahaan.
Sumber: PT Railink.





