
Harga emas dunia (XAUUSD) masih berpotensi tertekan pada perdagangan Senin (7/9). Berdasarkan analisis Dupoin Futures Indonesia, emas pada time frame Daily memiliki ruang untuk melanjutkan pelemahan menuju area support 4.365 hingga 4.331, menyusul kegagalan harga menembus resistance di level 4.440.
Pola ABC Correction Jadi Sinyal Pelemahan
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut kegagalan emas menembus resistance 4.440 menjadi sinyal penting arah pergerakan harga selanjutnya. Level tersebut sebelumnya menjadi syarat penguatan lanjutan, namun karena harga kembali tertahan, tekanan jual berpotensi mengambil alih. Terbentuknya pola ABC Correction turut menegaskan bahwa emas masih berada dalam fase koreksi sebelum menemukan titik pantulan baru.
Baca juga:
- Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun ke Support 4.204–4.237
- Harga Emas 1 September 2026: XAUUSD Gagal Tembus 4.464
Saat ini harga emas berada di kisaran US$4.410 per troy ons. Jika support 4.365 tidak mampu menahan tekanan jual, XAUUSD berpotensi bergerak lebih rendah menuju 4.331. Sebaliknya, apabila muncul minat beli di zona tersebut, peluang rebound tetap terbuka selama harga belum menembus resistance 4.440.
Sentimen Global Ikut Menekan
Pergerakan emas juga dipengaruhi kenaikan harga minyak akibat eskalasi ketegangan Amerika Serikat–Iran dan gangguan di sekitar Selat Hormuz, yang berpotensi memicu kekhawatiran inflasi. Di sisi lain, data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan turut mengangkat ekspektasi suku bunga The Fed, mendukung penguatan dolar AS dan yield Treasury sehingga membatasi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Perhatian pasar kini beralih ke rilis data inflasi Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat, yang akan menjadi acuan penting bagi keputusan The Fed pada pertemuan September. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berisiko memperkuat dolar dan menekan XAUUSD menuju area 4.365–4.331, sementara data yang melemah dapat membuka peluang emas menguji kembali resistance 4.440.
Sumber: Dupoin Futures Indonesia (PT. Dupoin Futures Indonesia).





