
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III menjajaki kerja sama baru dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD serta PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI). Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan pemasaran, distribusi, dan penyerapan produk-produk perkebunan agar hasil produksi PTPN dapat terserap pasar secara lebih optimal.
Rencana kerja sama tersebut dibahas dalam rapat sekaligus agenda penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di Kantor Pusat ID FOOD, Jakarta, pada Selasa (13/10/2026). Pertemuan ini bertujuan menyelaraskan potensi usaha antar perusahaan BUMN serta merumuskan langkah konkret agar produk perkebunan bisa menjangkau pasar lebih luas.
Produksi Meningkat, Pasar Perlu Diperluas
Direktur Bisnis PTPN III, Ryanto Wisnuardhy, mengatakan tantangan terbesar bukan hanya soal peningkatan produksi, melainkan memastikan produk benar-benar terserap pasar. Ia menyebut ada tambahan produksi yang perlu diserap pasar sehingga dibutuhkan kolaborasi kuat untuk memperluas akses pemasaran dan memperkuat rantai pasok.
Sementara itu, Direktur Komersial ID FOOD, Dwi Sutoro, menilai sinergi dengan PTPN Group membuka peluang untuk menghubungkan kekuatan produksi dan hilirisasi dengan jaringan perdagangan, pergudangan, serta distribusi milik ID FOOD dan PT PPI. Ia berharap pembahasan ini ditindaklanjuti dengan kajian potensi produk, kebutuhan pasar, hingga skema penyerapan dan distribusi yang saling menguntungkan.
Potensi kerja sama disebut tidak terbatas pada satu komoditas. Selain produk unggulan lain seperti teh, kapasitas komoditas kopi PTPN yang sebelumnya sekitar 10.000 disebut telah naik menjadi 12.800 dan ditargetkan mencapai sekitar 20.000, sehingga memerlukan strategi pemasaran dan distribusi yang lebih matang.
Ketiga perusahaan berkomitmen agar penandatanganan MoU ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan ditindaklanjuti dengan program kerja dan implementasi yang terukur demi mendukung ketahanan pangan serta pembangunan ekonomi nasional.
Catatan Redaksi. Hilirisasi merujuk pada upaya mengolah bahan mentah perkebunan, seperti kopi atau teh, menjadi produk bernilai tambah sebelum dijual, bukan sekadar menjual hasil panen mentah. Sementara itu, penguatan rantai pasok yang disebut dalam kerja sama ini berarti menyambungkan titik produksi di kebun dengan jaringan gudang dan distribusi milik ID FOOD serta PT PPI, sehingga barang yang sudah diproduksi lebih cepat sampai ke pasar dan tidak menumpuk di tingkat produsen.
Sumber: PT Perkebunan Nusantara III (Persero).





