Kualitas Ketahanan Keluarga Kunci Dasar Membangun Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

12

Dalam rangka mendukung pembangunan keluarga sebagai dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta meningkatkan kualitas keluarga maka Dinas Perberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Pelatihan Kader Bina Keluarga Sejahtera, Senin sampai Rabu (11-13/11) yang lalu.

 

Kepala Dinas Perberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Daerah Istimewa Yogyakarta dr. R.A Arida Oetami. M.Kes mengatakan pelatihan kader ini bukan petugas biasa, karena sebagai embrio kader ketahanan keluarga pertama. “Peserta mendapatkan  buku panduan dan kurikulumnya dari DP3AP2.” kata Arida.

Arida menambahkan sebelumnya ada pelatihan kader bina keluarga sejahtera, bina gender untuk desa mandiri budaya yang lokasi desa sudah ditetapkan. Kemudian ini kader ketahanan keluarga harus disampaikan kepada masyarakat agar budayanya maju dan permasalahan sosial bisa ditangani sedikit demi sedikit. “Jangan sampai di desa itu muncul hal-hal yang tidak sesuai dengan budaya kita.”tambah Arida.

 

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dr. Nurjannah, M.Si kami apresiasi kerjasama ini da sangat tepat karena persoalan masyarakat lekat dengan unsur batin yaitu spiritual. Perlunya pendekatan agama dan spiritualitas dalam membina masyarakat UIN Sunan Kalijaga dapat masuk dan  menyesuaikan dengan agamanya masing-masing. “Salah satu program yang sukses yaitu KKN dengan pendekatan agama sangat mengena dan akrab dengan hidup sederhana tidak seperti menara gading.” Kata Nurjannah.

Selanjutnya Nurjannah menyatakan nantinya kegiatan dengan dinas DP3AP2 dapat diperluas bersama kegiatan mahasiswa dengan menjalin Memori of Understanding (MoU) yang bisa mencangkup ke program studi lain di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Kami juga menerima masukan termasuk kurikulum apa yang dilapangan dari praktisi untuk menggodok mahasiswa siap pakai.

Sementara Ketua Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Andayani,SIP., MSW. menjelaskan peserta kegiatan meliputi penyuluh agama, Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4), tokoh agama, tokoh masyarakat, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga(TP PKK) dan Penggerak Keluarga Berencana (PKB) dari empat kabupaten di DIY. “Outputnya dari pelatihan peserta menjadi kader untuk menangani masalah keluarga dan penyuluhan di masyarakat.”kata Handayani.

 

Peserta ini dalam tiga hari belajar bagaimana menjadi konselor profesional, penanganan kasus pernikahan, dan keluarga. Mengetahui teknik konseling dan upaya peningkatan pelayanan seperti menggali masalah dan problem solving, metode-metode konseling dan assesment pada masyarakat.

Adapaun materi yang disampaikan terkait Kebijakan ketahanan keluarga di DIY, proses pembelajaran kader ketahanan keluarga, pendidikan Pra-Nikah, Pendidikan sepanjang rentan usia kehidupan, pendidikan berkeluarga, soft skill kader ketahanan keluarga, praktek soft skill kader ketahanan keluarga, konsep pengembangan ketahanan keluarga, assesment kader ketahanan keluarga, outreach dan homevisit kader ketahanan keluarga, peran kader dalam ketahanan keluarga, rencana tindak lanjut.

Wings Air, Huawei, VIvo, Lion Air Group, BNI Syariah, BPSDM PUPR, Kemendikbud RI, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kemenkes RI, Inspirational Video, Motivational Video