BSI Fasilitasi Layanan Perbankan Syariah UNS

Jakarta, 10 September 2021 – PT Bank Syariah Indonesia Tbk sebagai bank syariah terbesar di Indonesia melakukan kerjasama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) terkait pemanfaatan layanan jasa dan produk perbankan syariah. Melalui berbagai produk unggulan, BSI siap melayani civitas akademika UNS yang terdiri dari 3.727 pegawai dengan 34.412 mahasiswa aktif yang tersebar di 11 fakultas, 1 sekolah vokasi, dan pascasarjana.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Hery Gunardi mengatakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BSI dengan UNS hari ini merupakan wujud kolaborasi untuk mendukung peningkatan ekosistem industri halal nasional melalui produk dan jasa layanan perbankan sesuai prinsip syariah.

“Dengan kerjasama ini, kami berharap seluruh keluarga besar Universitas Sebelas Maret dapat memanfaatkan produk dan layanan Bank Syariah Indonesia, sehingga BSI dapat menjadi mitra pilihan utama UNS dalam pengelolaan keuangan sehingga kerjasama yang dilakukan semakin berkembang,” kata Hery Gunardi, Kamis (9/9).

Kedepannya BSI siap melakukan pengembangan kolaborasi dan sinergi dengan UNS diantaranya terkait penggunaan rekening dan QRIS Lazis UNS untuk sarana Ziswaf, penggunaan rekening KPRI UNS untuk penampungan dana anggota  dari karyawan, dosen UNS, dan mahasiswa UNS, serta kegiatan sosial untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ruang lingkup kesepakatan bersama dengan Universitas Sebelas Maret, meliputi pemanfaatan produk dan layanan jasa perbankan syariah; pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; dan penyelenggaraan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.

Sementara Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Jamal Wiwoho mengatakan bila kerja sama dengan BSI akan menjadi modal untuk mengembangan sumber daya manusia dan kebijakan-kebijakan lainnya di bidang ekonomi syariah di Indonesia maupun global dengan tetap mengacu pada nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, profesionalitas, tata keislaman yang akuntabel dan amanah. Selain itu, Jamal juga mengundang para perbankan dan bankir profesional, khususnya yang berlatar belakang ekonomi syariah, untuk kembali ke kampus guna menyiapkan kurikulum yang berorientasi pada ekonomi syariah dan menyiapkan peserta didik untuk bisa bersaing dalam pengembangan ekonomi digital di era revolusi industry 4.0.

“Saya sangat berharap bahwa adanya kerjasama antara UNS dengan Bank Syariah Indonesia ini akan menjadi modal yang dapat kami lakukan untuk Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Misalnya saja menyediakan kesempatan magang dan pelatihan mahasiswa, yang utamanya adalah mensukseskan program-program pemerintah untuk mensukseskan ekonomi syariah di Indonesia,” kata Jamal Wiwoho.

BSI senantiasa ingin memberikan solusi terbaik untuk seluruh segmen, baik korporasi, ritel, maupun UMKM. Kedepannya BSI siap berkolaborasi dan sinergi dengan semua pihak untuk memperluas ekosistem digital syariah Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan dan aspirasi dari masyarakat yang menginginkan produk keuangan syariah handal dan canggih.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi sesuai prinsip syariah, BSI memiliki produk dan layanan unggulan diantaranya tabungan wadiah tanpa biaya administrasi, pembiayaan rumah dan kendaraan dengan angsuran tetap hingga akhir jangka waktu pembiayaan dan margin yang kompetitif, kartu pembiayaan (kartu kredit syariah), pembiayaan UMKM, gadai emas, serta beragam produk lainnya yang dilengkapi layanan digital BSI mobile, sehingga nasabah dapat bertransaksi dengan mudah kapanpun dan dimanapun.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) berhasil menorehkan kinerja impresif sepanjang semester I 2021 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,48 triliun, naik 34,29% secara year on year (yoy). BSI juga mencatat pertumbuhan jumlah user mobile banking yang signifikan, menembus 2,5 juta pengguna. Sampai semester 1 2021, BSI juga telah menyalurkan pembiayaan UMKM mencapai Rp36,8 triliun, memiliki porsi 22,9% dari total pembiayaan.