
Harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih menghadapi tekanan jual dalam perdagangan jangka pendek. Meski sejumlah faktor fundamental tetap mendukung logam mulia, sinyal teknikal mengindikasikan peluang berlanjutnya fase koreksi.
Sinyal Teknikal Mengarah ke Support 4.310–4.239
Menurut analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pergerakan emas pada grafik harian berpotensi melemah menuju area support di kisaran 4.310 hingga 4.239. Proyeksi ini didasarkan pada terbentuknya pola ABC correction, munculnya candlestick Bearish Engulfing, serta indikator Stochastic yang masih bergerak turun. Pola-pola tersebut mengindikasikan tekanan jual meningkat setelah penguatan harga sebelumnya, dengan buyer mulai kehilangan momentum. Jika support 4.310 tertembus, pelemahan lanjutan berpotensi menuju 4.239, meski kondisi oversold pada Stochastic membuka peluang technical rebound.
Fundamental Masih Berimbang
Di sisi fundamental, sejumlah faktor justru masih memberi dukungan bagi emas. Berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed serta pelemahan dolar AS berpotensi menopang harga, karena keduanya mengurangi opportunity cost memegang emas dan membuat logam mulia lebih terjangkau bagi investor non-dolar. Ketegangan geopolitik terkait Selat Hormuz juga masih berpotensi mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven.
Namun, penguatan US Treasury Yield menjadi risiko yang dapat menekan minat terhadap emas karena instrumen berbasis bunga menjadi lebih menarik. Data ekonomi AS ke depan turut menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi arah kebijakan The Fed dan pergerakan XAUUSD selanjutnya.
Secara keseluruhan, area 4.310–4.239 dinilai menjadi zona kunci yang akan menentukan apakah koreksi emas hanya bersifat sementara atau berlanjut lebih dalam.
Sumber: Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia).





