Membincang IoT: Solusi Digital, Peluang dan Tantangan Smart City

28

Jakarta, Kominfo – Gelombang digitalisasi sudah merambah seluruh sektor, tak terkecuali pemerintahan. Kondisi itu mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas dan transparansi dalam setiap layanan.  Agar menciptakan solusi teknologi informasi yang adaptif dengan tuntutan masyarakat dibutuhkan keahlian operasional dan informasi sehingga solusi digital dan Internet of Things (IoT) dapat memberikan keuntungan unik bagi penggunanya.

Direktur e-Business Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Azhar Hasyim menilai saat ini banyak inovasi digital muncul. “Indonesia disiapkan menjadi pemain utama tingkat regional. Kita ingin menuju ekonomi digital tingkat Asia Tenggara, caranya mulai sekarang menciptakan ribuan startup,” katanya dalam Acara Hitachi Vantara: Realizing a Smart City Vision yang diselenggarakan Warta Ekonomi di Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Menurut Direktur e-Business, untuk menuju ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, ada beberapa isu yang akan diperhatikan. “Maka untuk menuju ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, ada beberapa isu yang akan diperhatikan. Isu terkait perlindungan konsumen, masalah logistik kesiapannya, masalah SDM, bagaimana jaringan internet dapat menjangkau seluruh wilayah dan menerapkan keamanan cyber,” katanya.

Lebih lanjut, Direktur Azhar memaparkan langkah nyata pemerintah mempersiapkan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara sudah dilakukan. “Kita sudah susun bersama Roadmad e-Commerce dengan isi penanganan 7 isu utama yaitu perlindungan konsumen, logistik, pendidikan dan SDM, konektifitas jaringan internet, keamanan siber, pendanaan, dan perpajakan. Kita menyiapkan Indonesia dari sisi UMKM Go online dan startup-startup yang semakin mumpuni sehingga Indonesia siap diri ketika akan menjadi kekuatan ekonomi besar dunia pada tahun 2030,” rincinya.

Tak hanya itu, penyiapan infrastruktu menjadi perhatian khusus pemerintah. “Juga kita siapkan infrastruktur yang menyeluruh ke sulurh wilayah dan penduduk Indonesia, tentu dengan program keberpihakan atau affirmative policy. Memberikan jairngan sampai  ke wilaya yang secara ekonomi tidak layak dengan Palapa Ring yang akan didukung dengan akses Broadband. Juga program akselerasi nanti nya dengan satelit berbasia data atau High Throughput Satellit. Generasi muda generasi milenial diharapakan akan mendapat posisi nya nanti mengingat mereka perlu mendapat tempat dan wadah dalam berkarya baik workforce maupun enterpreneuer,” tutur Azhar.

Berkaitan dengan kebutuhan smartcity, menurut Direktur e-Business diperlukan kehidupan berbasis siber dengan tantangan yang jauh lebih besar. “Bagaimana implementasi IoT atau Internet of Things. Karena ini akan memasuki semua lini kehidupan, sebagai pembaca situasi, sebagai pengendali dan juga penggerak berbasis siber ke depan.  Smartcity sekali lagi kembali kepada proses bisnis, kepada problem yang kemudian diaktualiasikan kepada solusi dengan memanfaatkan digital. IoT memiliki peranan ke depan, namun tentu dengan menciptakan solusi berbasis IoT tersebut,” jelasnya.

Dalam pemerintahan, menurut Direktur Azhar smartcity menjadi salah satu isu penting. “Sekarang ini, pemerintah daerah dapat menggunakan informasi atau data untuk memberikan layanan publik yang lebih efisien,” tandasnya.

Senada dengan Direktur e-Business, Social Innovation, IP & Business Development Hitachi Vantara Indonesia Yahya Laksana menjelaskan untuk mendukung pembangunan kota cerdas di Indonesia, banyak solusi digital yang bisa dimanfaatkan. Ia menyontohkan Singapura bisa melakukan pembersihan sampah hanya dengan tekcnologi. “Ada sensor yang memberikan sinyal, bahwa sampah sudah penuh untuk diangkut, bahkan kita bisa mengetahui keberdaan truk pengangkut sampah. Sensor tidak lagi di bawah, begitu pula ridernya karena sering hilang atau risak. Kita bisa pasang lebih tinggi di atas namun dapat memantau semua mobil,” katanya.

Seminar yang bertemakan “Realizing a Smart City Vision” itu ditujukan untuk memberikan gambaran langkah praktis mewujudkan visi kota cerdas di dunia Internet of Things (IoT) dan jaringan sensor nirkabel berbasis data. Solusi digital itu dapat membuat kota–kota di Indonesia menjadi lebih cerdas, lebih kompetitif, serta dapat mengelola ruang publik dan layanan secara lebih efisien. Tak hanya itu, melalui seminar itu dapat mendorong kesadaran dan berbagi kasus penggunaan solusi teknologi dalam meningkatkan keamanan publik, mengungkap kecerdasan operasional yang berharga, melindungi privasi, mendukung visi kota cerdas dan industri yang lebih aman.

Tampak hadir pada seminar yang diikuti oleh sekitar 73 peserta ini, antara lain CEO & Editor in Chief Warta Ekonomi, Muhammad Ihsan; Director Public Safety and Smart Cities–APAC Hitachi Vantara, Keith Roscarel; Managing Director Hitachi Vantara Indonesia, Suresh Nair; Perwakilan Dinas Kominfo dan Pusat Statistik DKI Jakarta; serta pekerja media.