
Sebanyak 60 anggota komunitas kripto berangkat dari Yogyakarta menuju Bali menggunakan bus dalam program “Community Bus” yang digagas FLOQ, platform perdagangan aset kripto berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Program ini mengantarkan peserta menuju Coinfest Asia 2026, salah satu festival kripto terbesar di Asia Tenggara yang berlangsung di Melasti Beach, Bali, pada 20-21 Agustus 2026.
Perjalanan darat sejauh sekitar 15 jam itu diisi dengan berbagai aktivitas komunitas, mulai dari perkenalan antarpeserta, pembagian merchandise, hingga kuis berhadiah voucher aset kripto. Salah satu peserta, Andi Nurhana Manthovani, mengaku ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti program serupa sekaligus pertama kali menempuh perjalanan darat ke Bali untuk menghadiri acara industri kripto.
Bukan Sekadar Transportasi
CEO & Founder FLOQ Yudhono Rawis mengatakan Community Bus dirancang sebagai ruang bagi komunitas untuk membangun pengalaman bersama, bukan hanya sarana antar-jemput menuju lokasi acara. Menurutnya, keterlibatan langsung komunitas dalam forum industri penting agar mereka tidak hanya menjadi penonton, melainkan juga mendapat pengetahuan dan relasi baru dengan pelaku industri aset digital.
FLOQ Juga Jadi Sponsor dan Panelis
Selain menghadirkan Community Bus, FLOQ turut menjadi salah satu sponsor Coinfest Asia 2026. Yudhono dijadwalkan tampil sebagai panelis dalam sesi bertajuk “Is the Bull Market Dead, or Just Resting?” pada 21 Agustus 2026 pukul 14.15-14.45 WITA di Indoor Stage, bersama Alexis Sirkia (Co-founder & Captain Yellow), Andreas Tobing, dan CEO Nansen Alex Svanevik, dengan moderator Felita Setiawan, COO Indonesia Crypto Network.
Dalam sesi tersebut, Yudhono menekankan pentingnya melihat kondisi pasar kripto dari berbagai sudut pandang, tidak hanya dari pergerakan harga, tetapi juga perkembangan teknologi, adopsi, regulasi, dan perilaku pengguna di tengah dinamika sentimen pasar global.
Sumber: FLOQ.





