
Kelangkaan chip semikonduktor kembali menekan industri manufaktur dunia. International Data Corporation (IDC) mencatat pengiriman komputer pribadi global pada triwulan III 2026 turun 20,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara Counterpoint Research melaporkan pengiriman ponsel pintar anjlok sekitar 20 persen, terendah sejak 2012. Penyebabnya, pasokan chip lebih banyak diprioritaskan untuk kebutuhan pusat data kecerdasan artifisial (AI), sehingga stok untuk elektronik rumah tangga dan otomotif menyusut dan harganya naik.
Kondisi ini membuat upaya membangun kemandirian industri semikonduktor dalam negeri semakin relevan. Mantan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut tingginya ketergantungan impor chip sebagai sinyal pentingnya membangun ekosistem semikonduktor nasional untuk memperkuat ketahanan industri. Langkah ini bermula dari penjajakan Kementerian Perindustrian dengan pelaku industri semikonduktor global di ajang Hannover Messe 2022, yang kemudian menjadi dasar penyusunan peta jalan semikonduktor nasional.
Desain Chip Jadi Pintu Masuk
Peta jalan tersebut mencakup empat pilar: material, desain, fabrikasi, serta perakitan dan pengujian. Kemenperin memilih desain chip sebagai titik masuk awal karena segmen ini bernilai tambah tinggi dan bertumpu pada sumber daya manusia, sementara Indonesia belum memiliki kapasitas fabrikasi wafer sendiri. Pendekatan ini dinilai lebih realistis, apalagi Indonesia sudah memiliki fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam serta satu perusahaan desain sirkuit terpadu yang telah masuk rantai pasok global.
Untuk menjalankan strategi itu, Kemenperin bersama PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan pakar dari 13 universitas mendirikan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) pada 2023 sebagai lembaga nirlaba yang tidak bergantung pada APBN. Kini ICDEC telah berkembang dengan menggandeng 16 perguruan tinggi dan tujuh pelaku industri. Pada Januari 2026, fasilitas ICDEC diresmikan di ITB Innovation Park, Bandung, bersamaan dengan gelaran Indonesia Semiconductor Summit 2026.
Tiga bulan berselang, ICDEC menandatangani kerja sama pengembangan talenta dengan Intel, National Taiwan Normal University, dan President University. Pelatihan desain chip bersama Polytron, lembaga riset IMEC asal Belgia, dan Cadence juga telah dimulai di Kudus, disusul nota kesepahaman riset dengan Apple. Ketua ICDEC Trio Adiono menilai desain chip sebagai jalan strategis bagi Indonesia untuk menjadi produsen pengetahuan dan talenta, bukan sekadar pasar, dalam rantai pasok semikonduktor global.
Catatan Redaksi. Rantai pasok semikonduktor umumnya terbagi dalam tahap desain sirkuit, fabrikasi wafer di pabrik khusus bernilai investasi sangat besar, lalu perakitan dan pengujian chip jadi. Desain adalah tahap paling padat keahlian dan modalnya relatif ringan karena hasil rancangan bisa dititipkan ke pabrik fabrikasi di negara lain, berbeda dengan fabrikasi yang butuh pabrik raksasa dan teknologi proses yang hanya dikuasai segelintir perusahaan dunia. Karena itu, negara yang belum punya pabrik fabrikasi sendiri, seperti Indonesia, lebih mungkin masuk rantai pasok global lewat jalur desain lebih dulu.
Sumber: Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.





