Product Design Engineering, Jurusan Pemadu Desain dan Rekayasa

Product Design Engineering, Jurusan Pemadu Desain dan Rekayasa
Ilustrasi. Foto: Yan Krukau/Pexels

Bagi yang penasaran bagaimana sebuah produk bisa lahir dari ide hingga menjadi barang nyata, program studi Product Design Engineering (PDE) di BINUS ASO School of Engineering bisa menjadi pilihan. Jurusan ini tidak sekadar mengajarkan cara membuat desain yang menarik secara visual, tetapi juga melatih mahasiswa merancang produk yang secara teknis fungsional dan layak diproduksi secara massal.

Belajar Desain dan Rekayasa Sekaligus

Sepanjang perkuliahan, mahasiswa PDE diajak memahami kebutuhan pengguna, menganalisis masalah, lalu merancang solusi produk yang benar-benar berguna. Proses pembelajarannya mencakup ideation, riset pengguna, pemilihan material, hingga proses manufaktur, dengan pendekatan hands-on melalui banyak proyek berbasis praktik. Kemampuan menggambar bukan syarat utama masuk jurusan ini karena skill tersebut akan diasah selama perkuliahan berjalan.

Bacaan Lainnya

Keunikan program ini terletak pada integrasi antara desain dan teknologi. Mahasiswa dilatih berpikir kreatif sekaligus sistematis, sehingga terbiasa memandang masalah bukan hanya dari sisi estetika atau teknis semata, melainkan sebagai problem solver yang utuh.

Kurikulum Bertahap Selama Empat Tahun

Pada tahun pertama, mahasiswa mempelajari dasar-dasar desain, sains, fisika, kalkulus, dan biologi. Memasuki tahun-tahun berikutnya, materi menjadi lebih teknis seperti teknologi manufaktur, desain mesin, dan ilmu material, dipadukan dengan pembelajaran pemrograman serta pengecekan kualitas mutu. Di tahun keempat, seluruh kemampuan yang telah didapat diterapkan untuk mengembangkan ide produk hingga menjadi prototipe nyata.

Peluang Karier Lulusan

Lulusan PDE memiliki peluang karier yang cukup luas, mulai dari product development engineer, industrial design engineer, human-centered designer, hingga peneliti di bidang riset dan pengembangan. Bidang lain seperti manufacturing system, quality engineering, atau bahkan merintis usaha sendiri juga terbuka bagi lulusan program ini, didukung kemampuan problem solving, design thinking, analisis teknik, dan pemahaman manufaktur yang diasah sepanjang masa studi.

Catatan Redaksi. Design thinking, yang jadi salah satu bekal lulusan PDE, adalah pendekatan merancang solusi dengan memulai dari empati terhadap kebutuhan pengguna, bukan dari fitur teknologi terlebih dahulu. Prinsip ini yang membedakan human-centered designer dari desainer produk konvensional, karena keputusan bentuk dan fungsi produk diuji lewat sudut pandang pemakai sejak tahap riset, bukan hanya di akhir proses.

Sumber: BINUS Media & Publishing.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan