BIZTECH for Change 2026 Digelar BINUS @Bekasi, 800 Peserta Hadir

BIZTECH for Change 2026 Digelar BINUS @Bekasi, 800 Peserta Hadir
Ilustrasi (AI)

BINUS @Bekasi menyelenggarakan Open House bertajuk BIZTECH for Change 2026 pada 5 September 2026. Tahun ini, acara tersebut berkolaborasi dengan inisiatif AIverywhere Connect: Empowering The Next AI Generation dan berhasil menarik sekitar 800 peserta yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan perkuliahan, program studi, serta perkembangan teknologi di kampus tersebut.

Mengusung identitas sebagai Business, Service, and Technology Campus, BINUS @Bekasi ingin menunjukkan bagaimana bisnis, layanan, dan teknologi dapat saling terhubung untuk membuka peluang baru bagi generasi muda. Christian Chandra, Marketing Manager BINUS @Bekasi, mengatakan acara ini dirancang agar calon mahasiswa merasakan langsung pengalaman belajar, bukan sekadar mengenal program studi secara teori.

Bacaan Lainnya

Peluncuran Program AI dan Beragam Aktivitas

Salah satu sorotan utama acara adalah peluncuran AI Program, bagian dari upaya BINUS University mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan kecerdasan buatan yang kian terintegrasi dengan berbagai industri. Melalui program ini, peserta didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan AI untuk berinovasi dan memecahkan masalah nyata.

Selain itu, BIZTECH for Change 2026 turut menghadirkan Programs Workshop, Programs Experience Room, Inspiring Talk, kompetisi antarsekolah bertajuk War of Schools, area pameran, hingga penampilan hiburan dari BINUSFluencer Nakeisha Syifa. Rangkaian aktivitas ini memberi kesempatan bagi peserta untuk mencoba simulasi pembelajaran sekaligus mendapatkan gambaran prospek karier dari masing-masing program studi.

Acara ini juga menjadi ajang bagi calon mahasiswa dan orang tua untuk menggali informasi jalur penerimaan serta peluang beasiswa yang disediakan BINUS University. Dengan antusiasme sekitar 800 peserta, BINUS @Bekasi menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi terkini.

Catatan Redaksi. Program AI seperti ini umumnya dirancang bukan sekadar mengajarkan penggunaan software, melainkan literasi cara kerja model AI (misalnya machine learning dan pengolahan data) agar lulusan bisa menerapkannya di bidang studi masing-masing, dari bisnis hingga layanan. Pendekatan ini mencerminkan tren kampus memasukkan AI sebagai kompetensi lintas jurusan, bukan hanya program studi teknik atau komputer saja.

Sumber: BINUS @Bekasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan