
Erick Riccardo Wu, mahasiswa program studi Japanese Popular Culture BINUS University angkatan B27, kini menjalani internship sebagai Translator di divisi Business Development Aso College Group, Jepang. Kesempatan ini diperolehnya melalui program Enrichment BINUS University yang memberi mahasiswa pengalaman langsung bekerja di lingkungan profesional Jepang.
Erick sempat mempertimbangkan program study abroad exchange, namun akhirnya memilih jalur magang karena lebih sesuai dengan rencana kariernya di dunia korporasi. Menurutnya, keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan dengan matang arah karier yang ingin ia tempuh.
Baca juga:
- Joshua Raymond Hartono: Kisah Lulusan BINUS Wisuda 2026
- Atha Marcella, Lulusan BINUS yang Berkompetisi hingga ke Hong Kong
Tantangan Beradaptasi dengan Budaya Kerja Jepang
Menjalani magang di negara lain membawa tantangan tersendiri. Erick mengaku harus membiasakan diri dengan berbagai aturan tidak tertulis di lingkungan kerja Jepang yang berbeda dari Indonesia, mulai dari etika komunikasi hingga kebiasaan profesional sehari-hari. Hambatan bahasa juga sesekali muncul, terutama saat harus memilih kata secara tepat dalam konteks kerja formal. Ia mengatasinya dengan aktif bertanya dan memastikan pemahaman agar tidak terjadi miskomunikasi.
Bekal yang diperolehnya selama kuliah di BINUS University turut membantu proses adaptasi tersebut. Selain kemampuan bahasa Jepang, Erick juga mempelajari etika bisnis, tata krama profesional, hingga teknik penulisan laporan ala Jepang. Pengalaman organisasi kampus, seperti kepemimpinan dan manajemen waktu, juga ia rasakan manfaatnya selama menjalani internship.
Dr. Rudi Hartono Manurung, Head of Japanese Popular Culture BINUS University, menyebut pengalaman semacam ini merupakan bagian dari upaya kampus mendorong mahasiswa membangun perspektif global. Ia menambahkan bahwa kombinasi kompetensi akademik, pemahaman lintas budaya, dan pengembangan soft skills menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin merintis karier internasional, termasuk lewat program internship dan beasiswa ke universitas di Jepang.
Catatan Redaksi. Etika komunikasi di lingkungan kerja Jepang yang disinggung dalam artikel ini sering merujuk pada prinsip hourensou, singkatan dari hokoku (melapor), renraku (menghubungi), dan sodan (berkonsultasi). Praktik ini menjadi standar tidak tertulis agar atasan selalu mendapat informasi terkini sebelum masalah membesar, berbeda dari budaya kerja yang cenderung lebih longgar soal pelaporan rutin.
Sumber: BINUS University.





