Dukung Pemerintah, BRI Tandatangani Nota Kesepahaman dengan untuk Pinjaman Modal Digital bagi UMKM

55

JAKARTA – Bank BRI terus memberikan dukungan kepada pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi. Salah satunya dengan menandatangani nota kesepahaman dengan dengan PT Visionet Internasional (OVO), platform pembayaran digital, rewards, dan layanan finansial terkemuka di Indonesia, dalam menghadirkan inisiatif pinjaman digital bagi UMKM, yaitu DigiKu.

Nota kesepahaman ini merupakan merupakan gerakan bersama pemerintah, HIMBARA, dan pelaku ekosistem digital sebagai bagian dari Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI), untuk menyediakan pinjaman digital bagi UMKM sebagai mesin penggerak ekonomi nasional.

Direktur Konsumer BRI, Handayani mengungkapkan saat ini UMKM memberikan kontribusi sebesar 60,3% terhadap total produk domestik bruto (PDB) Indonesia dengan menyediakan sebesar 99% lapangan kerja di Indonesia.

Melihat pentingnya keberadaan UMKM dalam pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi, BRI bekerjasama dengan OVO menghadirkan platform pinjaman digital ‘DigiKu’ yang diharapkan mampu membantu meningkatkan penetrasi produk dan layanan digital produk BRI serta membantu pelaku UMKM dan masyarakat yang terdampak agar dapat tetap menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

Kolaborasi antara BRI dan OVO ini merupakan kerjasama antara bank dan fintech untuk mengakselerasi transformasi digital, yang dalam hal ini dikhususkan untuk membangun UMKM agar dapat semakin berkembang dan maju dalam era digital ini.

BRI dan OVO ikut mendukung gerakan ‘DigiKu’ dengan menghubungkan UMKM yang menjadi merchant dan pengguna OVO dengan fasilitas pinjaman modal yang tersedia melalui aplikasi BRI Ceria, dengan proses yang cepat dan sepenuhnya digital.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat membuka akses pengajuan modal lewat channel online DigiKu agar UMKM yang saat ini terdampak pandemi dapat mengajukan pinjaman modal untuk kelangsungan usaha. Hal ini sangat dibutuhkan oleh UMKM karena banyak yang mengalami kekurangan modal usaha, kesulitan menggaji karyawan, hingga ancaman penutupan usaha” ungkap Handayani.

Natasha Ardiani, VP Lending OVO, menambahkan, “Dari 64,2 juta jumlah UMKM di Indonesia, lebih dari 70%-nya belum dapat mengakses pinjaman modal yang penting untuk menjaga kelangsungan usaha dan selanjutnya berekspansi.

Melalui kerjasama dengan BRI ini, OVO sebagai platform pembayaran dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia yang hadir di 115 juta ponsel pintar, berharap dapat membuka akses terhadap modal kerja dan pinjaman bagi UMKM pengguna OVO, sehingga tidak hanya membantu memulihkan ekonomi nasional tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi dan inklusi keuangan.”

Saat ini OVO merupakan platform pembayaran dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia yang hadir di 115 juta ponsel pintar dengan ekosistem yang mencakup lebih dari 700.000 UMKM, sehingga diharapkan dapat membuka akses terhadap modal kerja dan pinjaman bagi UMKM merchant dan pengguna OVO. Kolaborasi ini tidak hanya membantu memulihkan ekonomi nasional tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi dan inklusi keuangan.

Poduk pinjaman digital ‘DigiKu’ yang dipasarkan melalui aplikasi BRI Ceria memungkinkan para UMKM dan pengguna OVO untuk memperoleh tambahan modal hingga Rp 20 juta dengan tenor atau jangka waktu pinjaman mulai dari 1 hingga 12 bulan.

Seluruh proses pengajuan berlangsung secara digital melalui aplikasi, menggunakan digital verification, credit scoring, dan digital signature. Pemberian pinjaman modal dilakukan dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian dengan melakukan assessment seberapa besar kebutuhan sesungguhnya dari merchant dan pengguna OVO.