Cisco dan Interpol Bekerja Sama dalam Melawan Kejahatan Siber

27

Jakarta, 21 November 2017 – Cisco, perusahaan pemimpin teknologi dunia, dan INTERPOL, organisasi kepolisian internasional terbesar di dunia, hari ini mengumumkan sebuah kesepakatan untuk berbagi intelijen ancaman atau threat intelligence sebagai langkah pertama dalam memerangi kejahatan siber.

Dipimpin oleh pusat kejahatan siber global INTERPOL, INTERPOL Global Complex for Innovation (IGCI) di Singapura, aliansi ini akan memungkinkan kedua organisasi untuk  mengembangkan sebuah pendekatan yang terkordinasi dan terfokus untuk data sharing. Hal ini tidak hanya memungkinkan deteksi ancaman cepat di seluruh dunia, namun juga membuka jalan untuk kemungkinan kerjasama di masa depan untuk pelatihan dan berbagi pengetahuan.

Noboru Nakatani, Direktur Eksekutif IGCI, mengatakan, “Pertukaran informasi dan keahlian antara sektor publik dan swasta sangat penting dalam melawan kejahatan siber. Tidak ada negara atau perusahaan yang bisa melakukan ini sendiri. Perjanjian INTERPOL dengan Cisco ini memberikan akses pada informasi ancaman siber yang penting kepada kami dan penegak hukum di 192 negara anggota kami, yang tidak hanya akan mendeteksi ancaman tetapi juga membantu mencegahnya.”

John N. Stewart, Senior Vice President and Chief Security and Trust Officer di Cisco menyatakan bahwa, “Karena kejahatan dunia maya terus meningkat di seluruh dunia, para pelindung (defender) baik dari sektor publik maupun swasta harus menghadapi ancaman dengan kekuatan yang seimbang. Visibilitas dan intelijen ancaman yang komprehensif di seluruh domain siber sangat penting untuk memungkinkan deteksi, analisis, dan perlindungan terhadap ancaman yang muncul. Kami dengan senang hati bekerjasama dengan INTERPOL untuk saling bertukar intelijen ancaman dan menemukan kesempatan-kesempatan lain untuk berbagi pengetahuan dalam melawan kejahatan siber secara global.”

Naveen Menon, President Cisco Asia Tenggara mengatakan, “Kesepakatan yang ditanda tangani di Singapura ini menunjukkan pentingnya negara tersebut di kawasan Asia Pasifik dan di dunia sebagai pusat dalam memerangi kejahatan siber dan mendorong inovasi keamanan siber. Kami adalah bagian dari wilayah yang beragam dengan tingkat kematangan teknologi yang berbeda-beda. Inisiatif ini merupakan langkah penting dalam menciptakan strategi terpadu untuk mengurangi resiko digital dan memungkinkan pertumbuhan ekonomi tanpa rasa takut akan ancaman dan serangan digital.”

Penawaran keamanan terbaik Cisco dan pendekatan arsitekturalnya membantu pelanggan mengamankan organisasinya dengan lebih efektif dari network ke endpoint ke cloud. Portofolio keamanan komprehensif Cisco dirancang untuk bekerja sama untuk melihat ancaman satu kali, dan menghentikannya dimana saja, mengubah persamaan keamanan. Selain itu, Cisco juga telah memblokir 19,7 miliar ancaman per hari melalui Collective Security Intelligence-nya, yang dimungkinkan oleh Cisco Talos Security Intelligence dan Research Group.

Kesepakatan Cisco dengan INTERPOL mendukung program organisasi tersebut yang menargetkan “kejahatan siber murni” dan kejahatan yang didukung oleh siber untuk membantu negara-negara mengidentifikasi serangan siber dan pelakunya.

Tentang Cisco

Cisco (NASDAQ: CSCO) adalah pemimpin teknologi di seluruh dunia yang telah menjalankan internet sejak tahun 1984. Orang-orang, produk, dan mitra kami membantu masyarakat terhubung dengan aman dan memanfaatkan kesempatan digital di masa depan saat ini juga. Temukan lebih banyak informasi di thenetwork.cisco.com dan ikuti kami di @Cisco.

Tentang Interpol

INTERPOL adalah organisasi kepolisian internasional terbesar di dunia, dengan 192 negara anggota. Peran kami adalah memungkinkan polisi di seluruh dunia bekerja sama untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih aman. Infrastruktur teknologi dan dukungan operasional berteknologi tinggi kami membantu memenuhi tantangan dalam memerangi kejahatan di abad ke-21.