
PT Syailendra Capital, salah satu manajer investasi independen dengan dana kelolaan terbesar di Indonesia, resmi meluncurkan Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Peluncuran ini ditandai dengan seremoni opening bell yang bertepatan dengan perayaan 49 tahun pasar modal Indonesia.
Produk ini menggabungkan karakteristik reksa dana dengan mekanisme perdagangan seperti saham di bursa, sehingga investor bisa mendapatkan eksposur terhadap emas secara lebih praktis. Menurut riset internal Syailendra berdasarkan data Bloomberg, harga emas mencatat pertumbuhan rata-rata sekitar 10% dalam 15 tahun terakhir dan tercatat sebagai winning asset sebanyak lima kali sepanjang 2014-2025, termasuk menunjukkan ketahanan pada masa krisis seperti Global Financial Crisis 2008 dan pandemi Covid-19.
Akses Pasar Primer dan Sekunder
XSGO dapat diakses melalui dua jalur. Di pasar primer, investor dapat membeli melalui PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia selaku dealer partisipan dengan minimum pembelian setara 500 gram emas atau sekitar Rp1,5 miliar. Sementara di pasar sekunder, transaksi bisa dilakukan lewat perusahaan efek atau broker dengan minimum 1 lot atau 100 unit, setara sekitar Rp100 ribu.
Dari sisi penyimpanan, emas yang menjadi dasar Electronic Gold Receipt (EGR) pada XSGO disediakan dan disimpan oleh PT Pegadaian selaku Gold Custody dan Gold Provider, sementara PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Bank Kustodian. Pegadaian disebut mengupayakan spread harga beli-jual sebesar 2-3%, lebih rendah dibandingkan spread emas digital maupun fisik yang bisa mencapai 7-9%.
CEO Syailendra Capital, Fajar R. Hidajat, mengatakan peluncuran XSGO merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendorong literasi investasi emas di Indonesia. Perusahaan berencana menghadirkan edukasi berkelanjutan mengenai karakteristik ETF, cara berinvestasi, dan peran emas dalam diversifikasi portofolio jangka panjang.
Sumber: PT Syailendra Capital.





