Pembiayaan Alat Berat BRI Finance Tumbuh 144% di 2026, Ini Alasannya

Pembiayaan Alat Berat BRI Finance Tumbuh 144% di 2026, Ini Alasannya
Ilustrasi (AI)

PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menyatakan optimismenya terhadap prospek pembiayaan alat berat hingga akhir 2026, meski industri batu bara tengah menghadapi proses penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Perseroan menilai kebutuhan alat berat masih terjaga karena aktivitas usaha dan investasi di berbagai sektor produktif tetap berjalan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan permintaan pembiayaan alat berat tahun ini masih berjalan baik dan berasal dari sektor-sektor dengan fundamental usaha yang kuat. Perseroan mengaku terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah, termasuk revisi RKAB batu bara 2026, namun sejauh ini belum melihat penundaan investasi atau ekspansi yang signifikan memengaruhi permintaan.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Produksi Batu Bara Direvisi, Permintaan Tetap Beragam

Pemerintah sebelumnya mematok target produksi batu bara dalam RKAB 2026 di kisaran 600 juta ton, turun dari realisasi 2025 yang mencapai 817,48 juta ton. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan-permintaan sekaligus stabilitas harga komoditas di pasar global, meski pemerintah masih membuka ruang penyesuaian produksi secara terukur.

Menurut BRI Finance, dinamika tersebut tidak serta-merta mengubah prospek bisnisnya karena kebutuhan alat berat memiliki basis permintaan yang luas, mencakup sektor konstruksi, perkebunan, logistik, hingga proyek infrastruktur. Diversifikasi sektor ini dinilai menjadi kunci menjaga kinerja portofolio pembiayaan alat berat perseroan.

Aditia menambahkan, pihaknya akan terus mengoptimalkan peluang di sektor-sektor berprospek positif dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan dan manajemen risiko. Optimisme ini sejalan dengan kinerja aktual perseroan, di mana penyaluran pembiayaan alat berat BRI Finance tercatat tumbuh 144,68% secara tahunan hingga 2026 dan menyumbang 20,17% dari total portofolio pembiayaan perusahaan.

Catatan Redaksi. RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) adalah dokumen rencana produksi dan belanja tahunan yang wajib disetujui pemerintah bagi perusahaan tambang batu bara, sehingga perubahan target produksinya berfungsi sebagai alat pengendalian pasokan agar harga komoditas di pasar global tidak anjlok. Karena alat berat juga dipakai luas di konstruksi, perkebunan, dan logistik, bukan hanya pertambangan, permintaan pembiayaannya tidak selalu bergerak searah dengan kebijakan produksi batu bara.

Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan