
PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 89% secara year-on-year (YoY) hingga Juli 2026. Perusahaan pembiayaan yang berada dalam ekosistem BRI Group ini menyebut capaian tersebut sebagai hasil dari strategi menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas pembiayaan, efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan pertumbuhan laba tersebut menunjukkan strategi perusahaan berada pada arah yang positif. Ia menekankan bahwa ekspansi bisnis tetap diimbangi dengan kualitas pembiayaan agar memberi nilai jangka panjang bagi perseroan.
Diversifikasi Portofolio dan Efisiensi Pendanaan
Di tengah dinamika industri pembiayaan, BRI Finance melakukan diversifikasi portofolio serta mengembangkan segmen pembiayaan secara selektif untuk memperluas sumber pertumbuhan sekaligus menjaga kualitas aset. Perusahaan juga mencermati pergerakan biaya dana dengan mengoptimalkan struktur pendanaan, memperkuat sinergi dalam ekosistem BRI Group, serta menerapkan strategi penetapan harga (pricing) yang prudent.
Menurut Aditia, respons yang tepat dan terukur terhadap dinamika pasar menjadi kunci menjaga fundamental bisnis, mulai dari pengelolaan pendanaan, strategi pricing sesuai profil risiko, hingga peningkatan efisiensi operasional.
Fokus Sisa Tahun 2026
Memasuki sisa tahun 2026, BRI Finance berencana melanjutkan strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas, termasuk memperkuat sinergi dalam ekosistem BRI Group dan mengembangkan pembiayaan produktif seperti pembiayaan investasi dan modal kerja. Perusahaan menyatakan optimistis dapat menjaga momentum kinerja positif sekaligus memperkuat fondasi bisnis untuk pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Catatan Redaksi. Perusahaan pembiayaan atau multifinance seperti BRI Finance mendapat dana bukan dari simpanan nasabah seperti bank, melainkan dari pinjaman bank lain, penerbitan obligasi, dan modal sendiri, sehingga biayanya sangat dipengaruhi suku bunga pasar. Karena itu, strategi pricing yang prudent berarti menyesuaikan bunga pembiayaan dengan profil risiko nasabah, sementara pembiayaan produktif seperti modal kerja ditujukan mendukung kegiatan usaha, bukan konsumsi pribadi.
Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).





