Saham Alibaba Anjlok 10% usai Penggalangan Dana AI US$10,2 Miliar

Saham Alibaba Anjlok 10% usai Penggalangan Dana AI US$10,2 Miliar
Ilustrasi (AI)

Saham Alibaba Group tertekan tajam pada perdagangan Senin (24/8/2026) di Bursa Hong Kong, sempat anjlok sekitar 10% setelah perusahaan mengumumkan rencana penempatan saham senilai HK$80 miliar atau setara US$10,2 miliar. Dana tersebut rencananya dipakai untuk memperkuat investasi di bidang kecerdasan buatan (AI), termasuk pengembangan infrastruktur dan kapasitas komputasi.

710 Juta Saham Baru dengan Diskon 8,4%

Dalam aksi ini, Alibaba berencana menerbitkan sekitar 710 juta saham baru dengan harga HK$112,70 per saham, atau sekitar 8,4% lebih rendah dari harga penutupan sebelumnya. Penempatan ini disebut sebagai salah satu yang terbesar oleh perusahaan tercatat di Hong Kong, dengan seluruh dana bersih dialokasikan untuk memperluas kemampuan AI. Meski permintaan investor institusional dilaporkan jauh melebihi jumlah saham yang ditawarkan, kekhawatiran soal dilusi kepemilikan pemegang saham lama tetap menekan harga saham.

Bacaan Lainnya

Investasi Besar di Tengah Persaingan AI Global

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Alibaba menggelontorkan sekitar 380 miliar yuan atau sekitar US$56,5 miliar selama tiga tahun untuk AI dan infrastruktur cloud, termasuk perluasan Alibaba Cloud dengan pusat data baru di Korea Selatan. Namun, belanja modal yang membengkak turut menggerus profitabilitas: pada kuartal yang berakhir Juni 2026, laba bersih Alibaba tercatat turun sekitar 75% secara tahunan, meski pendapatan masih tumbuh sekitar 9% menjadi hampir 269 miliar yuan.

Alibaba menyatakan optimistis terhadap prospek bisnis AI seiring meningkatnya permintaan layanan tersebut, dan tengah berupaya mempercepat periode pengembalian investasi AI menjadi sekitar 2,5 tahun dari sebelumnya tiga tahun. Reaksi pasar yang negatif dinilai bukan mencerminkan hilangnya kepercayaan terhadap prospek AI Alibaba, melainkan meningkatnya perhatian investor terhadap biaya, kebutuhan modal, dan potensi dilusi saham.

Pergerakan saham Alibaba menjadi pengingat bahwa tren besar seperti AI tetap membawa risiko investasi jangka pendek, sekalipun prospek jangka panjangnya dinilai kuat oleh sebagian investor institusional.

Sumber: Nanovest.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan