Harus Ada Kepastian Perizinan Event di Semua Tingkatan

Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati menerima berbagai keluhan dan masukan penting dari para pelaku industri event di tanah air yang disampaikan kepada Komisi X DPR RI. Ada beberapa hal yang menjadi catatan yang ia tangkap dari pertemuan tersebut, di antaranya mengenai masalah perizinan untuk menggelar suatu event.

“Keluhan ini sudah kita dengarkan sejak beberapa waktu lalu namun memang belum ada solusi sampai dengan saat ini. Dari yang dibicarakan tadi ada tiga hal yang bisa saya tangkap, pertama adalah soal perizinan event, harus ada kepastian mulai dari awal tingkat bawah sampai dengan tingkat atas. Artinya dari provinsi, kabupaten, kecamatan, RW, RT, itu harus rata dan kemudian disosialisasikan dengan baik,” ungkap Dewi di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Ia menyatakan, untuk memberikan solusi atas persoalan tersebut dibutuhkan adanya rapat gabungan antara Komisi X DPR dengan Komisi II dan juga Komisi III supaya para pelaku usaha ekonomi kreatif , musisi, dan artis bisa kembali beraktifitas seperti sediakala. “Keinginan mereka bangkit maka Indonesia yang akan diuntungkan, karena ekonomi akan bergerak,” ujarnya.

Dewi menegaskan, harus dilakukan konsolidasi dengan kementerian terkait, termasuk menyangkut kemudahan akses untuk mendapatkan modal untuk mereka bisa berusaha lagi setelah ekonomi mereka terdampak akibat pandemi. “Untuk itu kita perlu berkoordinasi dengan Komisi XI DPR guna meminta bantuan masalah permodalan tersebut agar bisa dengan mudah di akses,” imbuhnya.

Selain itu, tambah politisi Fraksi PAN ini, pokok masalah yang juga ia tangkap dari hasil audiensi itu adalah perlu dibuat suatu kepastian mengenai siapakah sesungguhnya pihak yang menjadi Satgas Covid yang memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan terhadap event yang tengah dilaksanakan.

“Semoga di masa sidang yang akan datang kita bisa menjawab keinginan para pelaku event dan saya berharap industri ini akan memberi dampak positif bagi pengingkatan ekonomi, rohani dan jasmani,” pungkasnya. (dep/es)