Peruri Properti Gandeng GEMA Worldwide Bangun Creative Hub

Peruri Properti Gandeng GEMA Worldwide Bangun Creative Hub

Peruri Properti, lini bisnis PERURI Group yang mengelola aset properti perusahaan, menggandeng konsultan komunikasi terintegrasi GEMA Worldwide untuk mengembangkan kawasannya menjadi pusat kolaborasi bagi industri kreatif Indonesia. Langkah awal kerja sama ini diwujudkan lewat forum diskusi terbuka bersama sejumlah pelaku industri kreatif di Jakarta.

Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, GEMA Worldwide memfasilitasi Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan Peruri Properti dengan penyelenggara acara, wedding organizer, kreator podcast, serta komunitas kreatif seperti INFIPOP, Minutes of Manager, dan Endgame Townhall. Diskusi ini menghimpun masukan soal kebutuhan ruang yang fleksibel, program kolaboratif berkelanjutan, serta potensi venue sebagai pusat aktivitas komunitas sepanjang tahun.

Bacaan Lainnya

Peruri Heritage Jadi Fokus Pengembangan

Aset yang menjadi sorotan dalam pengembangan ini adalah Peruri Heritage, kawasan multifungsi dengan multifunction hall berkapasitas hingga 500 orang, mezzanine hall untuk sekitar 100 orang, serta sejumlah ruang fleksibel yang biasa dipakai untuk konferensi, peluncuran produk, workshop, pameran, hingga pertunjukan seni. Direktur Peruri Properti, Fakky Hidayat, menyebut ruang yang baik tidak hanya dibangun dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari pemahaman terhadap kebutuhan penggunanya.

Founder & CEO GEMA Worldwide, Eveline Anastasia, menambahkan bahwa kolaborasi ini dimulai dari upaya mendengarkan kebutuhan audiens sebelum menyusun struktur kegiatan. Ia berharap proses ini menjadi fondasi bagi lahirnya creative hub yang tidak sekadar menjadi tempat berkegiatan, tetapi juga ruang bertumbuh bagi ide dan kolaborasi lintas sektor.

Ke depan, Peruri Properti bersama GEMA Worldwide akan melanjutkan proses penjajakan dengan berbagai komunitas, pelaku industri, dan mitra strategis lain sebagai bagian dari rencana pengembangan kawasan yang lebih terbuka dan adaptif terhadap kebutuhan ekosistem kreatif.

Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari siaran pers GEMA Worldwide, konsultan komunikasi yang menjadi mitra Peruri Properti dalam kerja sama ini. FGD atau focus group discussion adalah metode riset kualitatif yang menjaring pandangan sekelompok kecil peserta lewat diskusi terpandu, lazim dipakai untuk memahami kebutuhan pengguna sebelum sebuah ruang dirancang. Istilah creative hub sendiri umumnya merujuk pada kawasan yang sengaja dibuat fleksibel agar bisa dipakai bergantian oleh berbagai kegiatan, bukan sekadar ruang serbaguna.

Sumber: GEMA Worldwide.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan