Pertamina & Pertamina Foundation Cetak Pelaut Muda Unggul

Pertamina & Pertamina Foundation Cetak Pelaut Muda Unggul
Ilustrasi. Foto: Andy Barbour/Pexels

PT Pertamina Patra Niaga bersama Pertamina Foundation resmi meluncurkan Program Beasiswa Calon Pelaut Tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari komitmen kedua lembaga dalam membangun sumber daya manusia (SDM) maritim yang unggul, profesional, dan berintegritas guna mendukung keandalan distribusi energi di seluruh wilayah kepulauan Indonesia.

Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, menyebut program ini sebagai bagian dari strategi regenerasi talenta maritim yang akan menopang keberlanjutan operasional distribusi energi nasional. Ia berharap para penerima beasiswa membangun kompetensi, disiplin, dan budaya keselamatan sejak awal masa pendidikan mereka.

Bacaan Lainnya

Dua Skema Seleksi

Program ini dijalankan melalui dua jalur, yaitu Program Prala yang diseleksi langsung oleh PT Pertamina Patra Niaga dengan 35 peserta terpilih, dan Program Diploma yang diseleksi oleh Pertamina Foundation. Dari 403 pendaftar Program Diploma, proses seleksi bertahap—administrasi, tes tertulis, hingga wawancara—akhirnya menetapkan 13 peserta terbaik sebagai penerima beasiswa.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menekankan bahwa selain dukungan pembiayaan pendidikan, penerima beasiswa juga akan mendapat pembinaan karakter, pengembangan kepemimpinan, serta internalisasi budaya keselamatan kerja (HSSE) sebagai bekal memasuki dunia industri maritim.

Mayoritas penerima beasiswa berasal dari keluarga pekerja sektor informal, sehingga program ini diharapkan turut membuka akses pendidikan sekaligus peluang peningkatan kesejahteraan keluarga. Salah satu orang tua penerima, Nurhaji, menyampaikan rasa syukur dan berharap anaknya dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.

Program ini disebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional untuk penguatan SDM menuju visi Indonesia Emas 2045, sekaligus memperkuat ekosistem maritim dan ketahanan energi Indonesia.

Catatan Redaksi. Prala adalah singkatan dari Praktek Laut, yaitu jalur seleksi taruna yang sudah sedang menempuh pendidikan pelayaran untuk ditempatkan magang atau bekerja di kapal milik perusahaan pemberi beasiswa. HSSE (Health, Safety, Security, Environment) adalah kerangka budaya keselamatan kerja standar industri energi dan maritim, mencakup prosedur keselamatan fisik, keamanan operasi, hingga perlindungan lingkungan, yang lazim ditanamkan sejak masa pendidikan karena risiko kerja di kapal dan fasilitas distribusi energi tergolong tinggi.

Sumber: Pertamina Foundation / PT Pertamina Patra Niaga (siaran pers).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan