
Perusahaan teknologi akuakultur FisTx memulai babak baru dengan terjun langsung mengelola tambak melalui skema kerja sama operasional (KSO) di kawasan pantai Dewaruci, Purworejo. Langkah ini menandai pergeseran peran FisTx dari sekadar penyedia teknologi menjadi mitra yang ikut bertanggung jawab atas operasional harian budidaya.
Dalam skema KSO ini, pemilik lahan dan modal mempercayakan pengelolaan tambak kepada divisi Farming Expert FisTx, mulai dari penerapan sistem teknologi, standar prosedur operasional, hingga pemantauan performa harian. Sebagai penanda dimulainya siklus budidaya, tim FisTx memasang sistem sterilisasi air berbasis UV di kolam serta melakukan persiapan menyeluruh menjelang tebar benih, menggantikan penggunaan kaporit dan bahan kimia keras.
Sistem Terintegrasi Sepanjang Siklus
Selain sterilisasi air, FisTx menerapkan pendekatan menyeluruh yang mencakup manajemen pakan untuk menekan rasio konversi pakan (FCR), program biosecurity untuk pencegahan penyakit, serta pemantauan parameter kualitas air secara berkala sepanjang siklus budidaya.
CEO FisTx, Rico Wisnu Wibisono, menyatakan kerja sama di Purworejo membuktikan komitmen perusahaan untuk terlibat langsung memastikan penerapan teknologi berjalan optimal di lapangan, bukan sekadar menjual perangkat. Sementara itu, Head of Farming Expert Division FisTx, Bachtiar Umar, menekankan bahwa penerapan SOP yang terukur di setiap tahapan menjadi kunci keberhasilan skema ini agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan kepada mitra pemilik tambak.
Perwakilan pemilik lahan, Eko, menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap kehadiran sistem serta pendampingan langsung dari tim FisTx dapat membawa performa panen yang lebih baik dan konsisten dibanding musim-musim sebelumnya.
Sumber: FisTx Indonesia.




