
FisTx, perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta, memperluas lini produk buatan dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan petambak Indonesia terhadap alat uji dan bahan disinfeksi impor. Tiga produk yang diperkenalkan adalah Nawasena Test Kit, Nano Disinfektan, dan Nano Silver.
Selama ini kebutuhan alat uji kualitas air dan bahan disinfeksi tambak di Indonesia banyak bergantung pada produk impor, yang cenderung berharga lebih tinggi dan memiliki waktu distribusi lebih lama, terutama untuk wilayah jauh dari pusat distribusi. FisTx mengembangkan alternatif lokal yang dirancang khusus mengikuti karakteristik perairan tambak di Indonesia.
Tiga Produk Andalan
Nawasena Test Kit merupakan alat uji kualitas air yang bisa dipakai langsung di tepi kolam untuk mengecek amonia, nitrit, total alkalinitas, dan oksigen terlarut secara real-time tanpa harus mengirim sampel ke laboratorium. Nano Disinfektan adalah larutan berbasis ion tembaga berkadar 150.000 ppm yang digunakan untuk menekan patogen dalam rutinitas sterilisasi air. Adapun Nano Silver adalah disinfektan berbasis ion perak dengan kadar 1.000-10.000 ppm, berpH netral, dan dirancang untuk dicampur ke pakan udang.
Rico Wisnu Wibisono, Founder dan CEO FisTx, mengatakan pengembangan produk lokal ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan memperkuat kemandirian teknologi akuakultur nasional. Ia menyebut petambak Indonesia berhak mendapat teknologi yang sesuai kondisi perairan lokal dengan harga lebih terjangkau dan distribusi lebih cepat.
Sebagai contoh penerapan, seorang petambak binaan FisTx di Kulon Progo yang sempat mengalami lonjakan kematian udang pada hari ke-30 budidaya berhasil memulihkan kondisi kolamnya setelah rutin menggunakan Nano Disinfektan, dan akhirnya memanen 9,5 ton udang dari tiga kolam pada hari ke-120. Perusahaan mengklaim, berdasarkan data internal selama lima tahun terakhir, adopsi teknologinya berkontribusi pada peningkatan success rate budidaya hingga 83,6% dan penurunan biaya produksi hingga 27%, dengan jangkauan lebih dari 1.500 petambak di 25 provinsi.
Catatan Redaksi. Ppm atau part per million menunjukkan konsentrasi zat terlarut, jadi kadar 150.000 ppm ion tembaga pada Nano Disinfektan menandakan larutan pekat yang biasanya diencerkan dulu sebelum dipakai. Ion tembaga dan perak lazim dipakai sebagai disinfektan karena sifat oligodinamiknya, yaitu kemampuan merusak dinding sel mikroba meski dalam konsentrasi sangat kecil, sehingga efektif menekan patogen tanpa residu bahan kimia berat seperti klorin.
Sumber: FisTx Indonesia.





