
Kelancaran perjalanan LRT Jabodebek yang biasa dinikmati penumpang ternyata ditopang oleh sistem pengendalian, pemeliharaan, dan prosedur keselamatan yang berjalan tanpa henti selama 24 jam. Untuk memperkenalkan sisi yang jarang terlihat publik ini, LRT Jabodebek menggelar program edukasi operasional bagi 50 anggota komunitas pecinta kereta api dari Sadulur Sepoor dan Edan Sepur wilayah Jabodetabek serta Banten di Kantor Divisi LRT Jabodebek, Minggu (26/7).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun literasi masyarakat mengenai transportasi perkeretaapian modern. Selain mendapat penjelasan tentang sistem operasional, para peserta juga diajak melihat langsung bagaimana keselamatan perjalanan dijaga, mulai dari proses perawatan sarana hingga pengendalian perjalanan kereta secara real time.
Budaya Keselamatan Transportasi Publik
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menuturkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap proses operasional perkeretaapian menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan transportasi publik. Menurutnya, di balik setiap perjalanan terdapat rangkaian proses yang memastikan layanan tetap aman, andal, dan tepat waktu, sehingga wawasan publik mengenai cara kerja sistem tersebut perlu terus dibuka.
Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak melihat Depo Light Maintenance, tempat pemeriksaan dan perawatan ringan rangkaian kereta dilakukan secara berkala untuk menjaga keandalan sarana sebelum beroperasi melayani masyarakat.
Peserta juga mendapat pemahaman mengenai Operation Control Center (OCC), pusat kendali yang memantau seluruh perjalanan LRT Jabodebek secara real time. Dari ruang inilah petugas mengawasi pergerakan kereta, kondisi operasional, hingga melakukan koordinasi bila terjadi gangguan agar layanan kepada pengguna tetap berjalan optimal. Melalui program ini, LRT Jabodebek berharap masyarakat semakin memahami bahwa keandalan layanan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga disiplin operasional, pemeliharaan yang konsisten, dan sumber daya manusia yang kompeten.
Sumber: LRT Jabodebek.




