Vale Genjot Hilirisasi Nikel untuk Ekosistem EV Nasional

Vale Genjot Hilirisasi Nikel untuk Ekosistem EV Nasional
Ilustrasi. Foto: K/Pexels

PT Vale Indonesia, anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, mencatat kemajuan penting dalam proyek hilirisasi nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. Perusahaan baru saja menghadirkan komponen utama autoclave untuk fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi, yang digadang menjadi tulang punggung pasokan bahan baku baterai kendaraan listrik nasional.

Fasilitas yang dibangun dalam tiga jalur produksi (Line A, B, dan C) itu ditargetkan mencapai tahap first mechanical completion pada akhir 2026. Proyek ini merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, salah satu proyek strategis nasional di sektor hilirisasi mineral dengan total nilai investasi mencapai US$2 miliar.

Bacaan Lainnya

Dinilai Strategis bagi Industri Nikel

Pengamat tambang dan energi Ferdy Hasiman menilai pembangunan HPAL kini menjadi kebutuhan strategis, bukan lagi sekadar pilihan, bagi pelaku industri nikel yang ingin bertahan di tengah pesatnya perkembangan ekosistem kendaraan listrik. Menurutnya, sebagian besar belanja modal perusahaan tambang saat ini diarahkan untuk pembangunan HPAL, dan MIND ID melalui Vale disebut sebagai salah satu yang paling agresif menggarap proyek tersebut, didukung pengalaman manajemen serta minimnya ekspansi agresif dari sejumlah perusahaan nikel swasta dalam dua tahun terakhir.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM dan CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyebut capaian Vale bukan sekadar fasilitas industri, melainkan bagian dari ekosistem hilirisasi yang lebih luas. Ia menilai proyek ini turut menetapkan standar baru dalam kolaborasi internasional yang mendukung kedaulatan sumber daya, penciptaan lapangan kerja, serta agenda menuju emisi nol bersih.

Di tingkat daerah, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Arniwaty Lamadjido mengapresiasi pendekatan pengembangan kawasan industri yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan kualitas hidup masyarakat, termasuk pelibatan UMKM lokal dan keterbukaan akses terhadap fasilitas publik di sekitar kawasan proyek.

Catatan Redaksi. HPAL (High Pressure Acid Leaching) adalah metode mengolah bijih nikel kadar rendah (limonit) dengan asam sulfat bertekanan dan bersuhu tinggi untuk menghasilkan bahan baku baterai, berbeda dari smelter pirometalurgi yang selama ini mengolah bijih nikel kadar tinggi lewat peleburan. Autoclave sendiri adalah bejana bertekanan tempat proses pelindian tersebut berlangsung, sehingga kedatangan komponennya menandai tahap konstruksi inti fasilitas ini.

Sumber: Siaran pers PT Vale Indonesia melalui VRITIMES.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan