
Jakarta, 24 Februari 2026 – Di sudut Jakarta, di tengah laju kendaraan dan gedung yang terus tumbuh, ada sebuah kampung kecil yang berdiri tenang di belakang Terminal Pinang Ranti, Jakarta Timur. Di kampung itu, kehidupan berjalan dengan irama yang berbeda. Kampung tanpa nama yang menyimpan banyak cerita. Di antara deretan rumah sempit dan lorong
lorong padat, anak-anak hidup dengan keterbatasan. Anak-anak yang seharusnya mencari ilmu dan menempuh pendidikan harus turut membantu orangtua dengan ikut memulung.
Di tempat inilah, BSI Maslahat berupaya menjaga mimpi anak-anak tersebut dengan menghadirkan program Pojok Baca dan Ruang Tumbuh. Program tersebut menjadi ruang kesempatan untuk mengenal ilmu, menemukan harapan, dan percaya pada masa depan yang lebih baik. Setiap buku yang dibuka menjadi jembatan kecil yang membantu mereka percaya bahwa masa depan bukan hanya untuk mereka yang beruntung, tetapi juga untuk mereka yang sedang berjuang.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka anak tidak sekolah di Indonesia masih cukup signifikan, tercatat di angka 19,20% pada tahun 2024. Sebanyak 70% alasan utama anak yang putus sekolah berasal dari kesulitan faktor ekonomi. Keluarga miskin memprioritaskan kebutuhan sehari-hari mereka daripada kebutuhan pendidikan. Selain faktor ekonomi, ada juga masalah aksesibilitas yang menyebabkan biaya transportasi menjadi mahal.
Pojok Baca dan Ruang Tumbuh dibangun agar dapat mengakses buku bacaan, mendapatkan kelas bimbingan dan literasi didampingi oleh fasilitator. Rak buku baru disusun rapi. Kursi lesehan dipilih agar anak bebas bergerak. Meja kecil ditempatkan agar kegiatan membaca lebih mudah. Koleksi buku ditambah untuk memperluas pilihan. Komik edukatif, cerita rakyat, buku sains, dan bacaan karakter disusun dalam kategori jelas. Anak dapat mencari buku sesuai minat tanpa merasa kebingungan.
BSI Maslahat juga menghadirkan sesi story telling dua kali seminggu. Kegiatan ini dipandu oleh fasilitator yang memahami karakter setiap anak. Di ruang tumbuh, setiap sesi cerita menjadi momen yang mereka nantikan, saat halaman demi halaman dibacakan, perhatian anak-anak tertuju penuh pada cerita, seolah dunia di sekitar mereka berhenti sejenak.
Kegiatan belajar kemudian diperkaya melalui Fun Learning Class, ruang kecil tempat anak anak belajar berhitung, membaca, hingga mencoba gim edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Suasana belajar dibuat cair dan menyenangkan, memberi ruang bagi anak untuk bertanya tanpa takut, mencoba tanpa ragu, dan memahami materi dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian mereka.
Salah satu kegiatan yang diimplementasikan adalah Gemar Board, permainan ular tangga edukatif yang berfokus pada penguatan literasi digital bagi anak dan generasi muda. Melalui permainan ini, anak-anak diperkenalkan pada cara mengenali hoaks, menjaga privasi digital, hingga membangun sikap bijak saat menggunakan media sosial. Materi yang kerap dianggap rumit itu menjadi lebih mudah dipahami karena disampaikan dalam bentuk permainan yang akrab dan menyenangkan.
Tidak berhenti pada pendampingan belajar, BSI Maslahat juga memberikan dukungan berupa tas dan perlengkapan sekolah. Bantuan ini diberikan agar anak-anak memiliki bekal belajar yang layak, mulai dari buku tulis hingga alat tulis yang sebelumnya sulit mereka miliki. Dengan perlengkapan baru, mereka hadir ke Pojok Baca dan Ruang Tumbuh dengan lebih percaya diri dan kembali bersemangat mengejar cita-cita yang sempat tertunda oleh keterbatasan.
Salah satu penerima manfaat, Ayu mengungkapnya rasa senangnya belajar di Pojok Baca dan Ruang Tumbuh BS Maslahat, “Nama aku Ayu. Aku suka sekali datang ke Pojok Baca. Di sini banyak buku dan kakak-kakaknya baik. Aku suka dengar cerita dan belajar baca pelan pelan. Aku mau jadi guru.” ujarnya dengan mata berbinar.
Upaya yang dilakukan BSI Maslahat di Pinang Ranti sejalan dengan tiga tujuan besar pembangunan berkelanjutan (SDGs). Program ini berkontribusi pada SDG 1 yaitu Tanpa Kemiskinan dengan memberikan dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah. Kehadiran Pojok Baca, Ruang Tumbuh, Fun Learning Class, hingga Gemar Board juga memperkuat SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas. Serta pemberian alat sekolah, pendampingan fasilitator, dan ruang belajar yang setara menjadi bentuk nyata dari SDG 10 yaitu Berkurangnya Kesenjangan.
Dari Pojok Baca dan Ruang Tumbuh, BSI Maslahat terus menghadirkan maslahat yang berdampak nyata bagi anak-anak Indonesia, membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Mari bersama BSI Mashalat membersamai anak-anak Indonesia agar mereka dapat meraih pendidikan yang layak, tumbuh dengan kesempatan yang setara, dan kelak menjadi generasi yang berdaya serta membawa perubahan bagi bangsa.







