
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) melaporkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan modal kerja sebesar 23,3% secara tahun berjalan dibandingkan periode yang sama pada 2025. Perusahaan menyebut capaian ini menunjukkan aktivitas pembiayaan yang tetap aktif meski kondisi ekonomi masih dinamis.
Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo, mengatakan kenaikan tersebut didorong oleh tingginya pengajuan pembiayaan dari pelaku usaha, terutama untuk kebutuhan pengadaan aset produktif seperti alat berat penunjang proyek. Ia menambahkan bahwa permintaan dari berbagai cabang daerah tetap mengalir lancar, dengan pipeline yang solid khususnya di wilayah Jakarta dan Medan.
Baca juga:
- BRI Finance Semester I 2026: Laba Naik 91,2%, Konsumer Melesat 223%
- BRI Finance Catat Laba Naik 89% hingga Juli 2026
Komposisi Portofolio
Berdasarkan data per 23 Oktober 2026, pembiayaan modal usaha menyumbang 37,7% dari total penyaluran seluruh jenis pembiayaan BRI Finance. Dari komposisi tersebut, skema anjak piutang (factoring) untuk pembiayaan barang modal menjadi kontributor terbesar, diikuti oleh skema Joint Financing (JF) Piutang.
Ignatius menjelaskan bahwa antusiasme pengusaha untuk mengajukan pembiayaan baru juga semakin terakselerasi berkat program referral yang dijalankan perusahaan. Menurutnya, dominasi skema anjak piutang dan kontribusi Joint Financing Piutang mencerminkan karakteristik kebutuhan pembiayaan yang terus berkembang di kalangan pelaku usaha sepanjang 2026.
Catatan Redaksi. Anjak piutang atau factoring adalah skema pembiayaan di mana perusahaan multifinance membayar lebih dulu piutang atau tagihan yang dimiliki pelaku usaha dari transaksi penjualan, sehingga dana cair lebih cepat tanpa menunggu pembeli melunasi. Joint financing adalah pembiayaan yang dananya ditanggung bersama oleh dua lembaga keuangan, misalnya bank dan perusahaan multifinance, sehingga risiko dan porsi modal terbagi antara keduanya.
Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).





