
Harga emas dunia (XAUUSD) menembus level resistance penting di US$4.075, membuka peluang penguatan lanjutan di tengah pelemahan dolar Amerika Serikat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai breakout ini sebagai sinyal peningkatan kekuatan beli yang berpotensi membentuk momentum bullish lanjutan.
Potensi Pullback ke US$4.020
Meski tren jangka pendek cenderung positif, Dupoin Futures mengingatkan kemungkinan terjadinya koreksi sementara sebelum harga emas melanjutkan kenaikan. Setelah breakout, harga diperkirakan akan menguji ulang area support di sekitar US$4.020. Jika level tersebut mampu dipertahankan, peluang penguatan XAUUSD selanjutnya dinilai masih terbuka.
Baca juga:
- Harga Minyak Dunia Hari Ini: WTI Tertahan di Resistance US$104,84
- Harga Emas Pekan Depan Berisiko Turun ke US$3.946, Ini Sebabnya
Dari sisi indikator teknikal, indikator Stochastic pada timeframe H4 masih bergerak positif menuju area overbought, mengindikasikan momentum beli yang masih kuat. Sinyal ini diperkuat oleh konfirmasi bullish divergence, yang menjadi salah satu dasar bagi prospek kenaikan harga emas lebih lanjut.
Dorongan dari Pelemahan Dolar AS
Secara fundamental, harga emas mendapat dukungan setelah dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS melemah menyusul hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Harga emas spot sempat bergerak di atas US$4.000 per troy ounce, didorong oleh turunnya imbal hasil Treasury serta meningkatnya ketidakpastian politik dan geopolitik global.
Namun, prospek kenaikan harga emas masih dibayangi ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve. Pasar masih mencermati kemungkinan kebijakan suku bunga The Fed pada Desember, sehingga data ekonomi AS, terutama laporan ketenagakerjaan atau Non-Farm Payrolls (NFP), diperkirakan akan memengaruhi arah dolar dan imbal hasil obligasi dalam waktu dekat.
Dupoin Futures menegaskan bahwa analisis tersebut merupakan gambaran skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi, mengingat perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.
Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.





