
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 89% secara tahunan (year-on-year) hingga Juli 2026. Perusahaan menyebut kinerja tersebut ditopang oleh penguatan portofolio pembiayaan serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem BRI Group.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menjelaskan bahwa peluang pertumbuhan laba tetap terbuka meski industri otomotif, khususnya dari sisi penjualan kendaraan, masih menghadapi tekanan. Menurutnya, strategi selective growth dan diversifikasi portofolio menjadi kunci menjaga kinerja tetap sehat.
Baca juga:
- BRI Finance Tumbuh 110% YoY di Tengah Target Industri OJK Dipangkas
- BRI Finance Garap Pembiayaan Mobil Bekas secara Selektif
“Meski penjualan kendaraan diperkirakan masih menghadapi tekanan, kami melihat ruang pertumbuhan laba tetap terbuka melalui selective growth dan diversifikasi portofolio. Kami terus mengoptimalkan sinergi BRI Group, memperkuat pembiayaan produktif seperti investasi dan modal kerja, serta menjaga kualitas aset,” ujar Dhani, seperti dikutip dari siaran pers perusahaan.
Target Komposisi Portofolio
Di tengah upaya diversifikasi, segmen konsumer tetap menjadi pilar utama bisnis BRI Finance. Perusahaan menargetkan komposisi portofolio pembiayaan sebesar 75% untuk segmen konsumer dan 25% untuk segmen komersial. Selain itu, perusahaan juga terus memperkuat pembiayaan produktif, termasuk pembiayaan investasi dan modal kerja, untuk memperluas sumber pertumbuhan di luar segmen konsumer.
BRI Finance menegaskan bahwa ekspansi bisnis tetap diimbangi dengan disiplin pengelolaan risiko dan penjagaan kualitas aset, agar pertumbuhan pembiayaan dapat berlangsung secara terukur dan berkelanjutan.
Catatan Redaksi. Selective growth berarti perusahaan memilih segmen pembiayaan dengan risiko lebih terkendali ketimbang mengejar volume secara agresif, biasa dilakukan saat permintaan di sektor tertentu melambat. Pembagian portofolio menjadi segmen konsumer (pembiayaan kendaraan pribadi) dan komersial (pembiayaan untuk kebutuhan usaha seperti investasi dan modal kerja) membuat perusahaan multifinance tidak terlalu bergantung pada satu sumber pendapatan ketika penjualan kendaraan melemah.
Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).





