
Rencana Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) Anthropic, perusahaan pengembang Claude AI, menjadi perhatian pasar investasi global karena mencerminkan besarnya peran industri kecerdasan buatan dalam perekonomian dunia. Perkembangan ini sekaligus membuka diskusi mengenai peluang dan risiko berinvestasi di sektor teknologi.
Merujuk laporan Reuters pada 2 November 2026, Anthropic mencatatkan pendapatan sebesar US$16,96 miliar pada kuartal III 2026, naik 47 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menilai capaian tersebut menunjukkan bagaimana permintaan teknologi AI menciptakan peluang pertumbuhan baru sekaligus menarik minat investor.
Pertumbuhan Pesat, Beban Investasi Juga Besar
Di balik pertumbuhan pendapatannya, Anthropic juga memikul beban investasi besar. Perusahaan ini memiliki komitmen belanja infrastruktur komputasi sekitar US$895,4 miliar bersama mitra seperti Amazon dan Google, dengan hampir separuhnya ditargetkan terealisasi sebelum akhir 2030. Pada kuartal III 2026, Anthropic juga masih mencatat kerugian operasional sebesar US$567 juta. Menurut Ryan, investor perlu menilai fundamental perusahaan secara utuh, termasuk profitabilitas dan kemampuan mengelola belanja modal, alih-alih sekadar mengikuti tren atau ekspektasi valuasi.
Tokenisasi Saham sebagai Alternatif Akses Investasi
Di tengah tren tersebut, tokenisasi aset lewat teknologi blockchain mulai mendapat perhatian di Indonesia. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital yang terdaftar dan diawasi OJK, menghadirkan produk Tokenized US Stocks yang memberi masyarakat Indonesia eksposur digital terhadap saham-saham pilihan perusahaan Amerika Serikat lewat ekosistem Spot, Staking, dan Futures miliknya.
Ryan mengingatkan bahwa mekanisme tokenized stocks memiliki struktur dan risiko yang berbeda dari kepemilikan saham konvensional, sehingga investor perlu memahami karakteristik produk sebelum mengambil keputusan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan literasi terhadap fundamental perusahaan dan risiko fluktuasi harga aset digital.
Sumber: Bittime.





