
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 619 juta orang di dunia mengalami nyeri punggung bawah pada 2020, angka yang disebut sebagai penyebab disabilitas terbesar secara global. Dalam lembar fakta yang dirilis WHO pada Juni 2023, jumlah kasus itu diproyeksikan naik menjadi 843 juta pada 2050, didorong oleh pertambahan populasi dan penuaan.
Kebanyakan Kasus Tak Punya Sebab Tunggal
WHO menyebut sekitar 90 persen kasus nyeri punggung bawah tergolong non-spesifik, artinya tidak ada satu penyebab pasti yang bisa diidentifikasi. Beban kerja fisik yang berat menjadi salah satu faktor risiko yang disorot. Pada banyak kasus akut, gejala disebut bisa mereda sendiri, namun WHO tetap menekankan pentingnya tetap aktif secara fisik sebagai langkah awal penanganan, serta pemeriksaan klinis bagi keluhan yang berulang, terutama pada orang lanjut usia atau yang punya kondisi kesehatan lain.
Jamu Sebagai Pendamping, Bukan Pengganti
Di tengah data tersebut, produsen jamu pegal linu Zuo Hao Shi memosisikan produknya sebagai pendamping, bukan solusi utama. Produk berbentuk kapsul ini terdaftar di BPOM dengan nomor TR 233073191 dan hanya mencantumkan klaim membantu meredakan pegal linu serta nyeri persendian, tanpa klaim untuk kondisi seperti saraf kejepit, asam urat, rematik, atau kesemutan.
Satu botol berisi 30 kapsul berukuran 500 mg dengan lima bahan utama, yakni jahe, serai wangi, kayu manis, cengkeh, dan akar peony, serta sudah mengantongi sertifikat Halal MUI. Pihak produsen menegaskan produk ini berbasis ramuan turun-temurun, bukan hasil uji klinis, dan tidak menjanjikan kesembuhan. Ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, penderita gangguan hati atau ginjal, serta siapa pun yang sedang mengonsumsi obat dokter diminta berkonsultasi lebih dulu sebelum memakainya.
Konsumen disarankan mengecek nomor izin edar BPOM pada kemasan melalui laman Cek Produk di situs resmi BPOM sebelum membeli jamu apa pun, untuk memastikan nama produk dan pendaftar sesuai. Produsen juga mengingatkan bahwa pegal yang tidak berkurang setelah beberapa hari istirahat, apalagi disertai nyeri menjalar, kebas, atau lemah pada tangan dan kaki, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter alih-alih ditangani sendiri dengan jamu.
Sumber: PT BisnisOn Digital Solutions.





