Profesor UCL di SIERA 2026: Pencegahan Kunci Ketahanan Kesehatan

Profesor UCL di SIERA 2026: Pencegahan Kunci Ketahanan Kesehatan
Ilustrasi (AI)

Ketahanan kesehatan nasional selama ini kerap dimaknai sebatas kemampuan merespons penyakit atau krisis. Namun, menurut Profesor John Deanfield, pakar kardiologi dari University College London (UCL), aspek pencegahan dan pengendalian risiko sejak dini juga harus menjadi bagian inti dari strategi tersebut. Pandangan ini ia sampaikan dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta pada 21 Oktober lalu.

Sistem Kesehatan Masih Berat ke Pengobatan

Deanfield menyoroti bahwa sistem medis di banyak negara, termasuk pembagian anggarannya, masih sangat berorientasi pada pengobatan. Ia menyebut sekitar 98 persen belanja kesehatan dialokasikan untuk mengobati penyakit, sementara hanya 2 persen untuk upaya pencegahan. Menurutnya, fokus perlu digeser ke hulu, yakni menangani faktor risiko sejak awal, bukan menunggu dampaknya muncul di kemudian hari. Ia mencontohkan penyakit kardiovaskular, obesitas, dan risiko terkait konsumsi tembakau sebagai kondisi yang bisa dikelola lewat perubahan perilaku dan gaya hidup secara bertahap.

Bacaan Lainnya

Masyarakat Pilih Pendekatan yang Realistis

Temuan dari survei terhadap 2.000 responden di Indonesia yang dipaparkan Deanfield menunjukkan tingginya kesadaran publik terhadap pentingnya pencegahan. Sebanyak 92 persen responden menilai program Cek Kesehatan Gratis dari pemerintah bermanfaat bagi mereka. Meski begitu, survei yang sama mengungkap bahwa sejumlah anjuran kesehatan, seperti olahraga rutin setiap hari, konsumsi sayur dan buah sesuai anjuran, serta membatasi gula, masih sulit dijalankan secara konsisten dan berisiko menimbulkan stres jika targetnya terlalu ketat.

Menurut Deanfield, sebanyak 77 persen responden cenderung lebih menyukai pendekatan kesehatan yang realistis dan mudah diterapkan dalam keseharian, sementara 82 persen percaya bahwa tersedianya alternatif yang lebih baik, seperti produk rendah atau tanpa gula, beras multigrain, maupun produk tembakau alternatif bagi perokok dewasa yang masih mengonsumsi nikotin, dapat membantu proses transisi ke gaya hidup yang lebih sehat.

Dalam sambutan pembuka SIERA 2026, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menambahkan bahwa ketahanan kesehatan merupakan bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional. Ia menekankan perlunya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi krisis kesehatan, mempererat sinergi sektor sipil dan militer, mendorong kemandirian teknologi kesehatan, serta membangun kolaborasi lintas negara mengingat ancaman kesehatan tidak mengenal batas wilayah.

Sumber: Indonesian Health Resilience Association (SIERA).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan