
Prudential Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah melalui penyelenggaraan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Makassar. Acara yang digelar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini berlangsung pada 30 Oktober–1 November 2026 di Trans Studio Mall Makassar, sebagai bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan 2026.
Makassar menjadi kota keempat dan terakhir dalam rangkaian SYAFIF 2026, setelah sebelumnya digelar di Banjarmasin, Jakarta, dan Aceh. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak mengenal lebih dekat berbagai solusi keuangan syariah yang dapat membantu merencanakan dan melindungi kondisi finansial keluarga.
Baca juga:
Kesenjangan Literasi dan Inklusi
Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis OJK, indeks literasi keuangan syariah di Indonesia baru mencapai 43,07%, sementara indeks inklusinya hanya 13,24%. Kesenjangan ini menunjukkan masih dibutuhkannya kolaborasi berkelanjutan agar pemahaman masyarakat dapat berujung pada keputusan keuangan yang nyata.
Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, mengatakan kolaborasi dengan OJK melalui SYAFIF Goes to Makassar menjadi kesempatan untuk membantu masyarakat memahami keuangan syariah dengan cara yang lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan mereka. Ia menekankan bahwa pemahaman yang baik adalah langkah awal menuju keputusan keuangan yang lebih tepat.
Selama tiga hari acara, pengunjung dapat mendatangi booth Prudential Syariah untuk mengikuti aktivitas edukasi literasi keuangan syariah serta berkonsultasi langsung dengan tenaga pemasar mengenai solusi perlindungan berbasis syariah. Pendekatan melalui permainan edukatif dan konsultasi langsung ini juga menjadi bagian dari partisipasi Prudential Syariah dalam rangkaian SYAFIF dan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026.
Catatan Redaksi. Literasi keuangan syariah mengukur sejauh mana masyarakat memahami konsep dan produk keuangan berbasis syariah, sementara inklusi keuangan mengukur seberapa banyak yang benar-benar memiliki atau menggunakan produk tersebut. Kesenjangan antara angka 43,07% dan 13,24% dalam SNLIK menunjukkan banyak orang sudah paham konsepnya namun belum memanfaatkannya, pola yang juga lazim terjadi pada sektor keuangan konvensional di Indonesia.
Sumber: Prudential Syariah (PT Prudential Sharia Life Assurance).





