
Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, membagikan pengalaman PTPN Group dalam membenahi proses bisnis melalui integrasi pengadaan. Pemaparan itu disampaikan dalam program Praktisi Mengajar pada mata kuliah Perancangan Proses Bisnis, Program Studi Magister Manajemen Universitas Sumatera Utara (USU), Sabtu (31/10/2026).
Denaldy menjelaskan bahwa konsolidasi pengadaan di antara anak perusahaan PTPN Group terbukti meningkatkan daya tawar sekaligus memperkuat tata kelola. Salah satu hasilnya adalah efisiensi pengadaan pupuk sebesar Rp122 miliar terhadap Harga Perkiraan Sendiri (HPS) pada semester I 2022, yang berasal dari 34 paket tender dengan volume sekitar 365.000 ton. Selain itu, pengadaan BBM solar tercatat efisien hingga 11,2 persen pada periode Mei–Desember 2021. Kedua capaian tersebut merupakan bagian dari program Procurement Excellence PTPN Group.
Penyederhanaan dan Digitalisasi Proses
Menurut Denaldy, pembenahan dilakukan lewat penyederhanaan proses, standardisasi, dan digitalisasi. Pengadaan yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri di tiap anak perusahaan kini diintegrasikan untuk kategori tertentu, didukung sistem informasi dan pengelolaan pemasok yang lebih terstruktur.
Ia menekankan bahwa perubahan perusahaan tidak cukup berhenti di penataan organisasi, tetapi harus menjangkau cara kerja operasional sehari-hari. Kejelasan kewenangan, koordinasi antarunit, dan ukuran keberhasilan menjadi kunci agar keputusan lebih responsif dan tanggung jawab atas hasil semakin terukur.
Prinsip serupa juga mendasari pembentukan tiga subholding PTPN Group, yakni SupportingCo, PalmCo, dan SugarCo, yang mengubah pengelolaan bisnis dari berbasis wilayah menjadi berbasis komoditas. Dalam kesempatan itu, Denaldy juga mengajak mahasiswa menelaah dampak penataan tersebut terhadap model bisnis, pengambilan keputusan, dan akuntabilitas kinerja, sekaligus menyoroti pentingnya budaya EntrePlanters untuk menumbuhkan pola pikir kewirausahaan di kalangan karyawan.
Catatan Redaksi. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah angka acuan maksimal yang disusun panitia tender sebelum lelang dimulai, sehingga efisiensi dihitung dari selisih harga hasil tender terhadap acuan tersebut, bukan dari harga pasar bebas. Konsolidasi pengadaan antaranak usaha, yang dipraktikkan lewat tender gabungan untuk komoditas yang sama seperti pupuk, memperbesar volume pembelian sehingga posisi tawar ke pemasok menguat, pola yang umum disebut strategic sourcing di manajemen rantai pasok.
Sumber: PTPN III (Persero).





