
Tim Sanct Social, aplikasi sosial untuk sahabat dekat dan keluarga, hadir di hari penutupan ARCHIWEEK 4.0, pameran seni dan kreasi mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Tangerang, Sabtu (31/10). Ini merupakan kampus pertama yang didatangi tim Sanct Social, sekaligus acara tatap muka ketiga dalam tujuh minggu sejak aplikasinya rilis di App Store, setelah sebelumnya singgah di Singapura dan Jakarta.
Datang Berdua, Pola yang Berulang
Di aplikasi Sanct Social, teman pertama ditambahkan dengan cara bertemu langsung dan saling memindai kode QR. Pola itu pula yang terlihat di meja Sanct Social selama acara di UMN: pengunjung datang berdua dan mendaftar berdampingan. Mereka yang datang sendirian umumnya pamit sebentar untuk mengajak teman sekelas atau teman kos, sebelum kembali mendaftar. Pola serupa juga terjadi di booth mereka sebelumnya, di Tech in Asia Singapura dan di acara Tar2Cup Jakarta.
Tiga Kota dalam Tujuh Minggu
Sejak rilis di App Store Singapura pada akhir September 2026, lalu menyusul Indonesia dan Malaysia, tim Sanct Social sudah tampil di tiga acara dengan format serupa: satu orang, satu meja, satu hari. Ketiganya adalah Tech in Asia Conference di Singapura, Tar2Cup di sebuah SMA di Jakarta pada 18 Oktober, dan ARCHIWEEK 4.0 di UMN Tangerang pada 31 Oktober. Setiap acara menghasilkan satu video rekap yang diunggah ke kanal YouTube Sanct Social.
Lebih dari 1.000 Pengguna, Ekspansi ke 12 Negara
Lima minggu sejak diluncurkan, Sanct Social mengklaim telah memiliki lebih dari 1.000 pengguna. Aplikasinya tersedia gratis tanpa iklan di App Store 12 negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, India, dan Jepang, setelah diperluas pada Oktober 2026. Pendiri Sanct Social, Sion Abednego, menyebut perusahaannya berencana mendatangi kampus-kampus lain di Indonesia, Malaysia, dan Singapura dengan format kunjungan yang sama.
Catatan Redaksi. Mekanisme menambah teman lewat pindai kode QR tatap muka membuat koneksi di aplikasi ini hanya bisa terjalin antara orang yang benar-benar pernah bertemu langsung, berbeda dari media sosial konvensional yang membiarkan siapa saja mengikuti akun orang asing. Pendekatan ini umum dipakai aplikasi yang menyasar lingkar pertemanan dekat, bukan jangkauan audiens seluas-luasnya. Rilis bertahap per negara di App Store, seperti yang terjadi di sini, juga jadi cara lazim startup aplikasi menguji pasar sebelum memperluas wilayah layanan.
Sumber: Sanct Social.





