
Platform pembuatan video berbasis AI, Fliki, memperkenalkan fitur baru bernama AI Director. Fitur ini dirancang untuk mengurangi hasil video yang tidak sesuai ekspektasi dengan memberi pengguna kendali lebih besar sebelum proses pembuatan video dimulai.
Berbeda dari metode sebelumnya yang langsung menghasilkan video dari sebuah skrip, AI Director mengajak pengguna menyusun rencana cerita, susunan scene, hingga gaya visual terlebih dahulu. Rencana itu dapat ditinjau dan disetujui pengguna sebelum akhirnya diproses menjadi video utuh. Pendekatan ini diklaim cocok untuk berbagai jenis konten, mulai dari video horor, video penjelas (explainer), hingga video musik.
Peningkatan pada Script to Video
Selain AI Director, Fliki juga memperbarui fitur andalannya, Script to Video. Perusahaan menyebut sistemnya kini mampu mencari visual yang lebih relevan dari berbagai sumber di internet, termasuk untuk topik yang sedang tren. Tampilan video juga diklaim lebih baik lewat scene dinamis, motion graphics, template yang lebih pintar, serta subtitle yang lebih rapi. Fliki juga mengklaim berhasil menekan tingkat kegagalan proses generate video dan meningkatkan keandalan sinkronisasi gerak bibir (lip-sync).
Dengan pembaruan ini, pengguna juga dapat membuat variasi konten baru, seperti video musik dengan karakter yang ikut bernyanyi, video penjelas otomatis dari sebuah topik, hingga podcast dengan dua pembawa acara AI lengkap dengan perpindahan kamera otomatis. Sejumlah fitur lain yang sudah ada sebelumnya, seperti Swap Studio untuk mengubah tampilan video tanpa syuting ulang, AI Avatars untuk video presenter tanpa kamera, Translate Video untuk dubbing ke lebih dari 30 bahasa, Audiobooks, dan Multi-voice Voiceover, juga tetap tersedia dan terus disempurnakan.
Bersamaan dengan peluncuran ini, Fliki juga menawarkan promo diskon 40 persen untuk paket tahunan menggunakan kode tertentu, yang berlaku terbatas hingga awal November 2026 bagi pengguna yang memenuhi syarat.
Catatan Redaksi. Pendekatan rancang dulu, baru generate ini mirip storyboarding dalam produksi film, yakni menyusun kerangka scene dan visual lebih awal sebelum tahap akhir yang berat secara komputasi, sehingga kesalahan bisa dikoreksi tanpa harus mengulang seluruh proses generate video. Lip-sync sendiri adalah penyesuaian gerak bibir karakter agar sesuai dengan audio suara, elemen teknis yang menentukan seberapa natural tampilan video presenter atau avatar AI.
Sumber: Fliki.





