
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung meningkatkan pengawasan jalur rel menyusul mulai masuknya musim hujan di sejumlah wilayah operasionalnya. Langkah ini diambil karena intensitas hujan yang meningkat berpotensi memicu gangguan pada prasarana perkeretaapian, mulai dari banjir, longsor, hingga tanah labil atau ambles.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa pihaknya rutin memeriksa kondisi jalur rel, membersihkan drainase, serta merawat saluran air di sepanjang lintasan agar air hujan tidak melimpah ke jalur kereta. Menurutnya, langkah preventif ini penting agar perjalanan kereta tetap berjalan aman dan lancar selama masa transisi musim.
Baca juga:
- Hadapi Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Siapkan Layanan dan Pengamanan Maksimal
- KAI Daop 2 Bandung Laksanakan Apel Gelar Pasukan, Tandai Dimulainya Posko Angkutan Nataru 2025/2026
59 Titik Pengawasan Sepanjang Jalur
Secara rutin, petugas KAI memantau 59 titik di sepanjang jalur KA wilayah Daop 2 Bandung. Dari pemetaan yang dilakukan, tercatat ada 4 daerah rawan banjir, 9 lokasi jembatan rawan, 21 lokasi rawan longsor, serta 18 lokasi dengan kondisi tanah labil atau rawan ambles. Titik-titik tersebut menjadi fokus utama pengawasan guna mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
Selain pengawasan, KAI Daop 2 Bandung juga melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang menjulur ke jalur, penambahan material balas untuk memperkuat struktur rel, serta perbaikan geometri di beberapa titik perlintasan sebidang. Seluruh pekerjaan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
Kuswardojo juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di jalur rel maupun area sekitar prasarana perkeretaapian, mengingat keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama antara petugas dan masyarakat sekitar.
Catatan Redaksi. Balas adalah lapisan batu pecah di bawah bantalan rel yang berfungsi menopang beban kereta sekaligus mengalirkan air hujan agar tidak menggenang di jalur, sehingga strukturnya tetap stabil. Perbaikan geometri jalur berarti mengembalikan kelurusan, kemiringan, dan ketinggian rel ke standar yang ditetapkan, karena hujan dan tanah labil bisa membuat rel bergeser sedikit demi sedikit sehingga mengganggu kestabilan laju kereta.
Sumber: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung.





