QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026: BINUS Jadi Tuan Rumah di Bali

QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026: BINUS Jadi Tuan Rumah di Bali
Ilustrasi (AI)

BINUS University bersiap menjadi tuan rumah QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, forum pendidikan tinggi internasional yang akan berlangsung pada 3-5 November 2026 di Bali International Convention Centre, Nusa Dua. Acara ini diperkirakan menghadirkan lebih dari 1.300 delegasi dari berbagai negara, mulai dari pemimpin perguruan tinggi, akademisi, praktisi industri, hingga pembuat kebijakan.

Forum Pendidikan Tinggi Asia Pasifik

QS Higher Ed Summit: Asia Pacific diselenggarakan oleh QS Quacquarelli Symonds dan telah berjalan lebih dari dua dekade sebagai wadah pertemuan pemimpin pendidikan di kawasan Asia Pasifik. Pada 2026, forum ini mengusung tema “Advancing Education for Purpose and Impact”, yang menyoroti peran pendidikan tinggi dalam menciptakan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Sejumlah topik yang akan dibahas antara lain penguatan kolaborasi lintas negara, inovasi pendidikan, kesiapan talenta masa depan, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap perkembangan industri dan masyarakat luas.

Bertepatan dengan 45 Tahun BINUS

Penyelenggaraan tahun ini bertepatan dengan peringatan 45 tahun BINUS University. Bagi BINUS, kesempatan menjadi tuan rumah sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pendidikan tinggi Indonesia ke komunitas akademik internasional, sejalan dengan visi lembaga tersebut untuk memberdayakan masyarakat dan berkontribusi bagi bangsa.

Bali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena statusnya sebagai destinasi internasional yang dapat mempertemukan para pemimpin pendidikan dari berbagai negara untuk berdiskusi dan membangun kerja sama lintas institusi.

Catatan Redaksi. QS Quacquarelli Symonds dikenal luas sebagai lembaga di balik QS World University Rankings, pemeringkatan universitas global yang kerap dirujuk calon mahasiswa dan mitra riset internasional. Karena itu, forum yang diselenggarakannya biasanya dihadiri pemimpin kampus dan pembuat kebijakan dari banyak negara, sehingga menjadi tuan rumah lazim dimanfaatkan institusi pendidikan untuk membangun jejaring kerja sama lintas negara, mulai dari riset bersama hingga pertukaran mahasiswa.

Sumber: BINUS University.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan