BINUS Online Jadi Studi Kasus Buku Kotler Indonesia Edition

BINUS Online Jadi Studi Kasus Buku Kotler Indonesia Edition
Ilustrasi (AI)

BINUS Online (BION) menjadi salah satu studi kasus pemasaran Indonesia yang dimuat dalam buku ajar Kotler Essentials of Marketing, Indonesia Edition. Selain BION, buku tersebut juga mengangkat kasus Transpulmin dari Menarini Indonesia sebagai bagian dari Indonesian Case Studies.

Kedua studi kasus ini dibahas dalam forum diskusi bertajuk “Learning from Indonesian Marketing Success Stories” yang digelar BINUS Online di Kampus BINUS Alam Sutera, Tangerang. Forum ini mengajak akademisi, praktisi, mahasiswa, dan alumni untuk melihat proses di balik pengambilan keputusan pemasaran, mulai dari membaca perubahan konsumen hingga menjaga relevansi brand di tengah pasar yang berubah. Prof. Amalia E. Maulana, Ph.D., Professor of Marketing BINUS University dan salah satu penulis studi kasus dalam buku tersebut, bertindak sebagai moderator.

Bacaan Lainnya

Dua Kisah Transformasi Brand

Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M., Vice President BINUS Higher Education dan Director BINUS Online, memaparkan kasus BION yang mengangkat perjalanan transformasi layanan pendidikan tinggi daring dalam merespons perubahan teknologi dan kebutuhan pembelajar. Sementara itu, Lydia Tjahaja, Consumer Health Director Menarini Indonesia, membahas bagaimana strategi berbasis konsumen mengubah citra Transpulmin agar tetap relevan di mata ibu muda generasi Z.

BINUS Online dikenal sebagai salah satu pelopor pendidikan jarak jauh berizin resmi di Indonesia. Kualitas pembelajaran daringnya tercatat memperoleh predikat Silver secara global dan peringkat teratas di Indonesia pada Times Higher Education Online Learning Rankings 2024.

Penyelenggara menyebut forum ini sebagai upaya memperkuat case-based learning di Indonesia, sekaligus mempertemukan dunia akademik dan industri agar pengalaman bisnis lokal dapat berkembang menjadi materi pembelajaran bagi generasi pemimpin bisnis berikutnya.

Catatan Redaksi. Studi kasus seperti ini lazim dipakai dalam pengajaran bisnis karena memungkinkan mahasiswa menganalisis pengambilan keputusan nyata, bukan hanya teori, sehingga perusahaan yang dijadikan contoh biasanya sudah punya jejak transformasi yang terdokumentasi dengan baik. Times Higher Education Online Learning Rankings sendiri adalah pemeringkatan global yang menilai kualitas pembelajaran daring sebuah institusi dari sisi pengalaman mahasiswa, dukungan pengajaran, dan hasil belajar, berbeda dari peringkat universitas umum yang biasanya mengukur riset dan reputasi akademik.

Sumber: BINUS Online (BINUS University).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan