UPH Raih Tiga Penghargaan Anugerah Abdidaya Ormawa 2026

UPH Raih Tiga Penghargaan Anugerah Abdidaya Ormawa 2026

Universitas Pelita Harapan (UPH) meraih tiga penghargaan dalam Anugerah Abdidaya Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara puncak dan penutupan yang digelar di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan, pada 24 Oktober 2026.

Tiga Kategori Penghargaan

Penghargaan pertama diberikan kepada Prof. Dr. Ir. Adolf J. N. Parhusip, M.Si., dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FaST) UPH, yang dinobatkan sebagai Terbaik 2 Dosen Pendamping Paling Aktif. Penghargaan kedua diraih oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) S1 Farmasi dari Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UPH sebagai Terbaik 2 Tim Pelaksana Paling Inspiratif. Sementara penghargaan ketiga disabet HMPS Teknologi Pangan FaST UPH yang dinilai sebagai Terbaik 3 Ormawa Paling Kolaboratif.

Baca juga:

Ketiga penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi program-program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan mahasiswa dan dosen pendamping selama mengikuti PPK Ormawa 2026.

Penghargaan Terbanyak di LLDikti Wilayah III

Dengan perolehan tiga penghargaan sekaligus, UPH tercatat sebagai perguruan tinggi dengan jumlah penghargaan terbanyak dalam Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 di lingkungan LLDikti Wilayah III. Pencapaian ini dinilai mencerminkan kemampuan mahasiswa UPH dalam mengembangkan inovasi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat sekitar.

Catatan Redaksi. PPK Ormawa adalah program pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi yang mendorong organisasi kemahasiswaan, seperti himpunan program studi, menjalankan proyek pemberdayaan masyarakat di suatu wilayah selama beberapa bulan, didampingi dosen pembimbing. Anugerah Abdidaya adalah ajang penilaian akhir dari program tersebut, sementara LLDikti Wilayah III adalah lembaga pengawas perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta yang menjadi salah satu dari belasan wilayah LLDikti di Indonesia.

Sumber: Universitas Pelita Harapan (UPH).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan