KAI Daop 2 Bandung: Ketepatan Waktu KA Capai 99,88% di Q3 2026

KAI Daop 2 Bandung: Ketepatan Waktu KA Capai 99,88% di Q3 2026

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat peningkatan kinerja ketepatan waktu keberangkatan kereta api sepanjang Triwulan III 2026. Selama periode Juli hingga September 2026, ketepatan waktu keberangkatan Kereta Api Penumpang di wilayah Daop 2 Bandung mencapai 99,88 persen, naik dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat 99,65 persen.

Layanan angkutan barang juga menunjukkan performa solid, dengan ketepatan waktu keberangkatan Kereta Api Barang tetap terjaga di angka 100 persen dari total 154 perjalanan yang dioperasikan sepanjang triwulan tersebut.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Jumlah Perjalanan Penumpang dan Lokal

Dari sisi volume layanan, KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan 4.528 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh selama Juli hingga September 2026, mendukung mobilitas masyarakat untuk keperluan kerja, pendidikan, maupun wisata. Selain itu, tercatat 5.426 perjalanan Kereta Api Lokal dan Commuter Line yang turut menopang konektivitas dan mobilitas harian warga di wilayah layanan Daop 2 Bandung.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil komitmen seluruh insan KAI dalam menjaga kualitas operasional dan pelayanan. Ia menyebut ketepatan waktu menjadi indikator penting agar kereta api tetap menjadi moda transportasi publik yang terpercaya.

Kuswardojo menambahkan, konsistensi kinerja ini didukung oleh kesiapan sarana dan prasarana, pemeriksaan sebelum keberangkatan, kedisiplinan petugas, serta koordinasi antarunit yang dilakukan secara berkelanjutan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang terus memilih kereta api sebagai moda transportasi, seraya menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan baik pada perjalanan jarak jauh maupun lokal.

Catatan Redaksi. Ketepatan waktu keberangkatan dihitung dari selisih antara jadwal dan realisasi jam berangkat kereta dari stasiun asal, dan menjadi salah satu indikator kinerja operasional standar yang dipantau operator kereta di berbagai negara. Angka ini dipengaruhi oleh kesiapan rangkaian, kondisi jalur, serta koordinasi antarstasiun, sehingga sering dipakai sebagai proksi untuk menilai keandalan sistem perkeretaapian secara keseluruhan, bukan hanya kenyamanan penumpang.

Sumber: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan