
LRT Jabodebek terus memperkuat kompetensi sumber daya manusianya melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan. Sepanjang Januari hingga September 2026, peserta dari berbagai unit mengikuti pelatihan yang mencakup kompetensi teknis perkeretaapian, keselamatan kerja, penanganan keadaan darurat, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pengembangan kompetensi pekerja menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan operasional dan kualitas layanan transportasi publik. Menurutnya, operasional LRT Jabodebek membutuhkan pekerja dengan kompetensi beragam sesuai bidang tugas masing-masing, sehingga pelatihan tidak hanya menyasar aspek teknis, tetapi juga keselamatan dan pelayanan.
Tiga Fokus Pelatihan
Pada aspek teknis, program pelatihan mencakup pengoperasian dan perawatan sarana, persinyalan, telekomunikasi, serta penanganan gangguan operasional. Untuk penguatan keselamatan, pekerja mengikuti pelatihan pemadam kebakaran, pertolongan pertama, manajemen insiden, dan keselamatan kerja. Sementara itu, kemampuan pelayanan diasah lewat pelatihan hospitality, komunikasi efektif, service excellence, serta penanganan keluhan dan pemulihan layanan.
Radhitya menambahkan, setiap pekerja memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung perjalanan masyarakat. Pengembangan kompetensi yang berkelanjutan ini diharapkan memperkuat kesiapan sumber daya manusia, baik dalam menjaga operasional maupun memberikan pelayanan yang responsif dan berorientasi pada keselamatan.
Pekerja juga dapat mengikuti pelatihan lanjutan atau pelatihan di bidang berbeda sesuai kebutuhan dan tanggung jawabnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya LRT Jabodebek memberikan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal.
Sumber: LRT Jabodebek.





