
RevComm Indonesia, perusahaan teknologi asal Jepang yang bergerak di bidang AI-powered conversation intelligence, tampil sebagai narasumber dalam program Business Update di PAS FM Jakarta 92.4. Dalam wawancara tersebut, Country Manager RevComm Indonesia, Hargunadi Soemantri, membahas bagaimana teknologi AI dapat mengubah percakapan bisnis menjadi sumber wawasan (insight) untuk meningkatkan kinerja tim.
Mengatasi “Black Box” dalam Komunikasi Bisnis
Hargunadi menjelaskan bahwa perusahaan sering kali hanya melihat hasil akhir dari komunikasi dengan pelanggan, seperti jumlah leads atau tingkat konversi, tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam percakapan itu sendiri. Kesenjangan ini ia sebut sebagai “Black Box Problem”. Melalui produk andalan RevComm, MiiTel, percakapan telepon maupun meeting dapat ditranskripsikan, dirangkum, dan dianalisis sehingga perusahaan bisa memahami bukan hanya apa yang dibicarakan, tetapi juga bagaimana komunikasi itu berlangsung.
Baca juga:
- IP Phone atau Telepon Kabel, Mana Lebih Hemat untuk Bisnis?
- RevComm Indonesia Resmi Pindah Kantor ke Summitmas 1
Membedah Performa Tim Sales
Salah satu penerapan yang dibahas adalah pemanfaatan MiiTel untuk tim sales. Ketika dua tenaga penjual dengan pengalaman dan pelatihan serupa menghasilkan performa berbeda, data di sistem CRM saja belum tentu menjelaskan penyebabnya. Dengan menganalisis pola komunikasi seperti intensitas mendengarkan, kecepatan bicara, cara menggali kebutuhan pelanggan, hingga penanganan keberatan, manajer dapat memperoleh dasar yang lebih konkret untuk melakukan coaching, sekaligus mempelajari pola dari sales berkinerja baik untuk diterapkan ke anggota tim lain.
Terhubung dengan Sistem Bisnis
MiiTel juga dapat diintegrasikan dengan platform CRM yang sudah digunakan perusahaan, seperti Salesforce dan Zoho, sehingga data percakapan dapat langsung dimanfaatkan dalam alur kerja yang berjalan. RevComm sendiri didirikan di Jepang pada 2017 dan mulai beroperasi di Indonesia sejak 2021, dengan kantor di kawasan Sudirman, Jakarta. Hargunadi menekankan bahwa membangun kepercayaan dari sisi produk maupun hubungan pelanggan menjadi kunci dalam mengembangkan pasar di Indonesia.
Catatan Redaksi. Conversation intelligence adalah kategori teknologi yang mengubah rekaman suara menjadi teks lewat speech-to-text, lalu menganalisis pola bicara seperti durasi bicara-dengar, jeda, dan kata kunci pertanyaan. Teknologi ini berbeda dari perekam telepon biasa karena hasilnya berupa data terstruktur yang bisa dicari dan dibandingkan antarpanggilan, sehingga manajer punya bukti konkret saat menilai gaya komunikasi anggota tim, bukan sekadar menebak dari angka penjualan akhir.
Sumber: RevComm Indonesia.





