
PT Railink atau KAI Bandara mencatat pertumbuhan jumlah pengguna layanan kereta api bandara sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Perusahaan melayani 4.647.947 penumpang pada periode tersebut, naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 4.639.062 penumpang.
Direktur Utama KAI Bandara Porwanto Handry Nugroho menyebut pertumbuhan ini sebagai indikator positif atas keberlanjutan layanan perusahaan di dua wilayah operasional, yakni Yogyakarta dan Sumatera Utara. Ia mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta ketepatan waktu perjalanan.
Baca juga:
- LRT Jabodebek Catat 21,8 Juta Pengguna Sepanjang Januari-Agustus 2026
- KA Srilelawangsa Angkut 2,83 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Srilelawangsa Jadi Penopang Utama
Di Sumatera Utara, KA Srilelawangsa mencatat pertumbuhan paling signifikan dengan melayani 2.837.142 penumpang hingga Agustus 2026, naik 2,49 persen dibandingkan 2.768.068 penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini banyak didorong oleh relasi Medan-Kuala Bingai yang mengangkut 1.799.010 penumpang, meningkat 3,81 persen dari 1.732.999 penumpang.
YIA Reguler Juga Tumbuh
Sementara itu di Yogyakarta, layanan KA Bandara YIA Reguler turut mencatat kenaikan jumlah penumpang menjadi 1.230.728 orang, tumbuh 2,97 persen dibandingkan 1.195.258 penumpang pada periode Januari-Agustus 2025.
KAI Bandara menyatakan akan terus mengembangkan layanan, mempermudah akses informasi perjalanan, dan meningkatkan kualitas pelayanan di stasiun maupun selama perjalanan guna mendukung konektivitas serta pertumbuhan ekonomi di wilayah operasionalnya. Informasi jadwal, tarif, dan pemesanan tiket dapat diakses melalui situs resmi www.railink.co.id.
Catatan Redaksi. Kereta bandara seperti YIA dan Srilelawangsa dirancang sebagai moda terintegrasi yang menghubungkan bandara langsung ke pusat kota tanpa harus lewat jalan raya, sehingga waktu tempuh lebih terjamin karena tidak terdampak kemacetan. Model layanan ini umum diterapkan di banyak negara sebagai pelengkap transportasi umum eksisting, bukan pengganti, karena melayani segmen penumpang yang mengutamakan kepastian jadwal saat menuju atau dari bandara.
Sumber: PT Railink (KAI Bandara).





