
PT Railink (KAI Bandara) melaporkan insiden tertempernya sebuah kendaraan roda empat oleh KA Srilelawangsa relasi Medan–Binjai. Peristiwa terjadi pada Kamis (3/9) sekitar pukul 13.40 WIB di perlintasan resmi terjaga yang berada di emplasemen Stasiun Binjai, tepatnya di kilometer 20+4/5.
Berdasarkan laporan masinis KA U80 Srilelawangsa, kereta tertemper sebuah minibus jenis Avanza saat melintas di perlintasan yang sebenarnya dijaga petugas Dinas Perhubungan. Setelah kejadian, KA U80 tetap melanjutkan perjalanan dan tiba di Stasiun Binjai pada pukul 13.42 WIB.
Kereta Dipastikan Aman
Petugas KAI Bandara langsung berkoordinasi dengan unit pengamanan dan sarana untuk memeriksa kondisi kereta api pascainsiden. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh rangkaian dalam kondisi aman dan tidak ada gangguan terhadap perjalanan kereta api lainnya. Minibus yang tertemper dilaporkan terpental ke sisi luar jalur rel.
Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat menjadi prioritas utama perusahaan. Ia memastikan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan jalur telah dilakukan segera setelah kejadian.
KAI Bandara kembali mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi rambu dan aturan saat melintasi perlintasan sebidang, termasuk berhenti ketika sinyal peringatan aktif dan mendahulukan perjalanan kereta api. Perusahaan menyatakan terus mendukung program peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang bersama para pemangku kepentingan.
Sumber: PT Railink (KAI Bandara).

